FT UIMFT UIM

Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)

Kerusakan barang dalam proses pengiriman dapat menurunkan tingkat kepuasan pelanggan dan berdampak pada citra serta kinerja perusahaan jasa logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan barang pada proses pengiriman di PT X dan menganalisis kualitas proses tersebut menggunakan pendekatan Six Sigma. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, serta dianalisis menggunakan Seven Tools. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa tingkat kerusakan barang selama Februari–Mei 2024 mencapai 0,38%, dengan nilai DPMO sebesar 1.278 dan level sigma sebesar 4,38. Faktor dominan penyebab kerusakan berasal dari aspek manusia (man) seperti ketidakhati-hatian saat bongkar muat dan pengemudi yang terburu-buru. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan pelatihan SDM, optimalisasi SOP, penambahan armada, serta perbaikan kualitas material kemasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Six Sigma efektif dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pengiriman barang serta dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan strategis untuk menurunkan tingkat kerusakan.

Berdasarkan hasil analisis terhadap data pengiriman barang di PT X dan pendekatan metode Six Sigma, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut.Tingkat kerusakan barang selama proses pengiriman penelitian mencapai 0,62%, yang masih menunjukkan adanya cacat dalam proses distribusi.Nilai DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang dihitung dari data kerusakan barang adalah sebesar 6.Berdasarkan nilai DPMO tersebut, proses pengiriman barang PT X berada pada level 4 Sigma, yang tergolong cukup baik, namun belum memenuhi standar kualitas ideal Six Sigma (3,4 DPMO atau level 6 Sigma).Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa proses pengiriman barang di PT X masih memiliki potensi untuk ditingkatkan guna mencapai efisiensi dan efektivitas yang lebih tinggi.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan berbasis teknologi seperti penggunaan sensor IoT untuk memantau kondisi barang selama pengiriman secara real-time, sehingga meminimalkan kerusakan akibat guncangan atau penumpukan. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang penggunaan bahan kemasan ramah lingkungan yang tetap kuat untuk mengurangi kerusakan tanpa merusak ekosistem. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada optimasi rute pengiriman menggunakan algoritma AI untuk mengurangi waktu perjalanan dan risiko kerusakan akibat kelelahan pengemudi.

  1. EVALUASI KERUSAKAN BARANG DALAM PROSES PENGIRIMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA | Journal Industrial... doi.org/10.47398/just-me.v6i02.128EVALUASI KERUSAKAN BARANG DALAM PROSES PENGIRIMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Journal Industrial doi 10 47398 just me v6i02 128
Read online
File size1.31 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test