UMCUMC

Value : Jurnal Manajemen dan AkuntansiValue : Jurnal Manajemen dan Akuntansi

Seiring dengan perubahan struktural yang semakin pesat, organisasi dihadapkan pada tuntutan untuk menjaga kinerja karyawan, terutama ketika kebijakan sumber daya manusia seperti mutasi diterapkan tanpa memperhatikan kesejahteraan karyawan secara memadai. Penelitian ini mengkaji bagaimana mutasi memengaruhi kinerja karyawan, dengan work-life balance sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan desain survei eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif, dan data dikumpulkan dengan teknik sampling jenuh dari 142 karyawan outsourcing di sebuah perusahaan listrik milik negara yang telah mengalami mutasi. Kuesioner daring digunakan sebagai instrumen utama pengumpulan data, dan data tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling dengan Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mutasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan maupun terhadap work-life balance, bahwa work-life balance selanjutnya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, serta bahwa work-life balance terbukti secara signifikan memediasi hubungan antara mutasi dan kinerja karyawan. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa mutasi berkontribusi terhadap kinerja karyawan melalui jalur langsung maupun jalur tidak langsung yang dimediasi oleh work-life balance, dengan pengaruh langsung yang terbukti lebih besar, sehingga menegaskan perlunya organisasi mengintegrasikan aspek kesejahteraan karyawan ke dalam perumusan kebijakan mutasi.

Empirical results confirm that mutation positively and significantly affects employee performance, through both a direct pathway and an indirect pathway mediated by work-life balance, thereby supporting all four hypotheses.Mutation enhances work-life balance and directly improves performance, and this improved work-life balance further strengthens performance.The larger direct effect indicates that mutation contributes to performance through mechanisms beyond work-life balance restoration.This is consistent with the indicators used to measure mutation in this study, namely experience, knowledge, and skill, which reflect how mutation itself is operationalized.Viewed through COR theory, the mediated pathway retains theoretical value, as work-life balance restores employees motivational and cognitive resources, triggering a gain spiral that sustains productivity.These findings suggest that organizations implementing mutation without regard for employee well-being risk undermining the performance gains such policies are designed to produce.

Saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mengembangkan model penelitian yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan variabel-variabel mediasi dan moderasi tambahan, seperti komitmen organisasi, gaya kepemimpinan, dan jenis mutasi, untuk mengungkapkan lebih banyak jalur dalam hubungan antara mutasi dan kinerja karyawan.. . 2. Menggunakan desain penelitian longitudinal untuk menangkap evolusi work-life balance secara temporal dan menetapkan preseden temporal yang diperlukan untuk klaim kausalitas. Desain longitudinal juga dapat membantu mengidentifikasi pola perubahan dalam work-life balance dan kinerja karyawan.. . 3. Mengumpulkan data kinerja dari sumber-sumber selain laporan diri karyawan, seperti penilaian dari atasan, untuk membantu mengurangi bias metode yang umum. Hal ini dapat meningkatkan validitas dan keandalan temuan penelitian.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana mutasi mempengaruhi kinerja karyawan melalui berbagai jalur, termasuk peran mediasi work-life balance, dan bagaimana variabel-variabel kontekstual seperti komitmen organisasi dan gaya kepemimpinan dapat memoderasi hubungan tersebut. Desain penelitian yang lebih komprehensif dan penggunaan metode pengumpulan data yang beragam akan meningkatkan validitas dan relevansi temuan penelitian, serta memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang dinamika kerja dan kesejahteraan karyawan.

  1. Exploring the relationship between talent management, work-life balance, and job satisfaction in state-owned... doi.org/10.20525/ijrbs.v13i4.3323Exploring the relationship between talent management work life balance and job satisfaction in state owned doi 10 20525 ijrbs v13i4 3323
Read online
File size1.34 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test