POLBANGTAN GOWAPOLBANGTAN GOWA

Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan PenyuluhanJurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penyuluh pertanian dan pemanfaatan informasi penyuluhan pertanian yaitu Cyber Extension pada peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil THL-TBPP di Provinsi Papua dan Papua Barat. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada Bulan Oktober 2018 di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Responden dalam penelitian ini adalah semua peserta Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Terampil THL-TBPP Provinsi Papua dan Papua Barat sebanyak 29 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuisioner, kemudian dilanjutkan dengan wawancara dan observasi langsung. Selanjutnya data dianalisis dan ditampilkan melalui tabel distribusi frekuensi Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki karakteristik yang beragam, selain itu dalam memanfaatkan informasi penyuluhan juga termasuk kategori rendah.

Karakteristik penyuluh dalam penelitian ini meliputi asal dari Papua dan Papua Barat, gender yang seimbang, usia produktif (31-35 tahun) dengan pendidikan mayoritas SLTA, serta rata-rata lama kerja 6-10 tahun.Pemanfaatan informasi penyuluhan pertanian, khususnya Cyber Extension, oleh peserta pelatihan di kedua provinsi tersebut masih tergolong rendah.Rendahnya pemanfaatan ini utamanya disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam pengoperasian komputer dan akses internet, serta minimnya sarana prasarana dan kurangnya sosialisasi Cyber Extension.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan informasi penyuluhan pertanian, khususnya Cyber Extension, oleh para penyuluh di Papua dan Papua Barat masih sangat rendah karena berbagai kendala seperti keterampilan komputer dan akses internet. Untuk penelitian lanjutan, akan sangat menarik jika kita menyelidiki lebih dalam bagaimana program pelatihan digital yang disesuaikan bisa dirancang dan diterapkan secara efektif di wilayah-wilayah sulit tersebut. Ini bisa berupa studi yang menguji model pelatihan yang berbeda, misalnya, apakah pelatihan tatap muka dengan fasilitas lengkap lebih efektif daripada pelatihan daring yang didukung modul mandiri, dan bagaimana hasil pelatihan tersebut memengaruhi kemampuan penyuluh dalam mengakses dan memanfaatkan informasi digital. Selain itu, penting juga untuk menggali faktor-faktor non-teknis yang mungkin memengaruhi kemauan penyuluh untuk mengadopsi teknologi baru ini, seperti motivasi pribadi, dukungan dari atasan, atau persepsi mereka tentang relevansi Cyber Extension dalam pekerjaan sehari-hari. Ini bisa dilakukan melalui wawancara mendalam atau survei skala besar yang mencakup aspek psikologis dan sosial. Terakhir, jika pemanfaatan Cyber Extension berhasil ditingkatkan, bagaimana dampaknya terhadap kualitas penyuluhan dan pada akhirnya, apakah hal ini mampu meningkatkan produktivitas atau kesejahteraan petani di daerah tersebut? Penelitian semacam ini dapat berupa studi longitudinal yang membandingkan kelompok penyuluh yang telah terlatih dengan yang belum, atau melihat perubahan indikator pertanian sebelum dan sesudah intervensi Cyber Extension yang efektif.

Read online
File size206.67 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test