IKIPIKIP

Prosiding Seminar Nasional Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati DenpasarProsiding Seminar Nasional Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Republik Indonesia memiliki spirit toleran, moderat, harmoni, integrasi, kerja sama, saling mendukung, semangat berjuang, dan implementasi nilai-nilai Pancasila untuk mewujudkan masyarakat bersatu, makmur berkeadilan, dan keadilan yang berkemakmuran dilakukan oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang menghuni wilayah nusantara ini dengan tekad menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia. Aktualisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dilakukan melalui tindakan nyata keseharian oleh seluruh komponen warga masyarakat dalam memperkuat integrasi nasional, karena Indonesia dengan beragam budaya, suku/etnik, bahasa, agama, kondisi geografis, dan strata sosial yang berbeda, berada di bawah kekuasaan sebuah sistem nasional, termasuk di dalamnya pemerintah menjalankan proses pembangunan masyarakat yang majemuk harus bersinergi bersama tanpa membedakan latar belakang dan strata sosial kehidupan untuk mewujudkan cita-cita bangsa sesuai dengan komitmen bersama, berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Bhinneka Tunggal Ika yang termaktub dalam Pancasila. Ciri kemajemukan masyarakat Indonesia yang terintegrasi secara nasional adalah sangat penting sebagai potensi yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dalam membangun komunikasi serta aksi nyata sebagai acuan utama bagi jati diri bangsa Indonesia untuk menunjukkan sikap nasionalismenya guna mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Integritas Bhinneka Tunggal Ika memiliki peran penting dalam kemajuan, kemakmuran, serta keamanan bangsa Indonesia.Peran Bhinneka Tunggal Ika yang paling utama adalah sebagai pemersatu bangsa untuk menjaga derajat dan martabat bangsa agar dapat menjadi kiblat persatuan bangsa atau negara-negara lain.Untuk mewujudkan kesatuan dan persatuan Indonesia dapat ditempuh dengan empat cara, yaitu mentransformasikan kesadaran multikulturalisme kepada masyarakat menjadi identitas nasional, membangun integrasi nasional yang berbasis multikulturalisme, mendorong pemerintah menjadikan civil society sebagai mitra kerja, serta mendorong peran tokoh agama dalam menciptakan kedamaian dan kerukunan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat integrasi nasional selama pandemi, seperti analisis peran tokoh agama dalam menyebarkan protokol kesehatan secara inklusif. Penelitian kedua bisa mengeksplorasi pengembangan pendidikan multikultural untuk meningkatkan kesadaran nasionalisme generasi muda melalui media digital. Penelitian ketiga dapat mengkaji dampak kebijakan pemerintah dalam membangun civil society sebagai mitra kerja dalam konteks pembangunan nasional, khususnya di daerah dengan keragaman budaya yang tinggi.

Read online
File size174.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test