UMNUMN

JURNAL ILMU PENDIDIKANJURNAL ILMU PENDIDIKAN

Integrasi teknologi digital dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) telah menjadi semakin penting dalam pendidikan bahasa Inggris, terutama dalam mengembangkan kompetensi komunikatif mahasiswa universitas dan keterampilan abad ke-21. Studi ini meneliti penggunaan pembelajaran berbasis vlog yang diintegrasikan dengan kegiatan berorientasi HOTS dalam pengajaran berbicara bahasa Inggris di universitas. Studi ini menggunakan desain kelas pretest-posttest komparatif yang didukung oleh data kualitatif deskriptif. Pesertanya adalah mahasiswa yang terdaftar dalam Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Medan, Indonesia. Data dikumpulkan melalui penilaian berbicara, observasi kelas, dokumentasi, dan tanggapan siswa terhadap kegiatan pembelajaran. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan peningkatan pembelajaran siswa antara kelompok vlog-dan-HOTS dan kelompok pembelajaran konvensional. Analisis statistik yang dilaporkan menunjukkan skor rata-rata peningkatan yang lebih tinggi untuk kelompok vlog-dan-HOTS (M = 0.5713) dibandingkan dengan kelompok konvensional (M = 0.4380). Output statistik yang dilaporkan dalam dokumentasi penelitian juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok-kelompok tersebut (F = 35.349, p < .001). Temuan kualitatif menunjukkan bahwa kegiatan berbasis vlog memberikan siswa kesempatan untuk meneliti topik, mendiskusikan ide, menyiapkan naskah, berlatih berbicara, memproduksi konten digital, berkolaborasi dengan teman sebaya, dan merefleksikan kinerja mereka. Secara keseluruhan, temuan tersebut menunjukkan bahwa mengintegrasikan vlogging dengan kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dapat menyediakan lingkungan pembelajaran yang bermakna untuk mengembangkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa universitas dan mendukung kompetensi abad ke-21.

Studi ini menunjukkan bahwa integrasi vlogging dan HOTS dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris mahasiswa universitas.Hasil analisis kuantitatif menunjukkan skor rata-rata peningkatan yang lebih tinggi pada kelompok vlog-dan-HOTS (M = 0.5713) dibandingkan kelompok konvensional (M = 0.4380), dengan perbedaan signifikan secara statistik (F = 35.Temuan kualitatif menunjukkan bahwa kegiatan berbasis vlog memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, dan kompetensi digital.Integrasi ini relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 yang menekankan komunikasi, kreativitas, pemikiran kritis, kolaborasi, dan kompetensi digital.Namun, temuan harus diinterpretasikan dengan hati-hati karena adanya ketidaksesuaian data peserta dan ketidaktersediaan dataset SPSS asli untuk analisis ulang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek vlogging dan HOTS secara terpisah maupun kombinasi untuk memahami kontribusi masing-masing terhadap pengembangan kemampuan berbicara. Selain itu, peneliti bisa mengembangkan rubrik penilaian berbicara yang valid dan terstandar untuk mengukur aspek seperti fluensi, pengucapan, kosakata, akurasi tata bahasa, dan struktur ide. Penelitian juga bisa memperluas analisis ke hasil lain seperti kecemasan berbicara, kepercayaan diri, kemandirian belajar, dan praktik reflektif. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat memperkuat bukti empiris tentang manfaat integrasi teknologi dan HOTS dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Read online
File size326.96 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test