POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

WHO (2016) menyebutkan bahwa satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia memiliki tekanan darah tinggi dan peningkatan tersebut terjadi seiring dengan bertambahnya usia, yaitu satu dari sepuluh orang berusia 20-an dan 30-an sampai lima dari sepuluh orang berusia 50-an. Di Indonesia berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi hipertensi 45,9% pada usia 55-64 tahun, 57,6% pada usia 65 tahun, 74% dan 63,8% pada usia ≥ 75 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh dr. Zhipeng Yu dari Jilin University, Tiongkok, disebutkan bahwa kandungan di dalam putih telur bernama RVPSL ternyata bisa menyehatkan pembuluh darah dan menurunkan risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian putih telur terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi. Dengan desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan one group pretest-posttest. Sampel yang digunakan sebanyak 40 orang lansia dengan hipertensi. Metode analisis yang dilakukan adalah uji Paired t test. Hasil analisis data diperoleh terdapat perbedaan bermakna pengukuran pertama Systole sebelum dan sesudah intervensi (nilai p= 0,001) dengan selisih nilai rata-rata lebih besar (nilai selisih = 11.257 mmHg). Sedangkan pada pengukuran pertama diastole hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi (nilai p= 0,001), selisih rata-rata sesudah intervensi (nilai selisih = 7.980 mmHg). Konsumsi putih telur secara rutin dan meningkatan kerja ACE dalam pembuluh yang memungkinkan diperolehnya stabilitas tekanan darah. Kesimpulan terdapat penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi signifikan sebesar 8 sampai dengan 11 mmhg setelah pemberian putih telur sebanyak 1 butir selama 5 minggu.

Konsumsi putih telur secara teratur dapat menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.Penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik setelah intervensi selama 5 minggu.Putih telur mengandung RVPSL yang berpotensi menyehatkan pembuluh darah dan meningkatkan fungsi ACE untuk menstabilkan tekanan darah.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek jangka panjang konsumsi putih telur pada tekanan darah lansia hipertensi. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi dosis optimal putih telur untuk mencapai penurunan tekanan darah yang lebih efektif. Terakhir, studi ini dapat dikembangkan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi putih telur dengan diet lain dalam manajemen hipertensi pada populasi yang berbeda.

Read online
File size325.23 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test