POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Latar Belakang: Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan perasaan nyeri disekitar punggung bawah diantara sudut tulang rusuk sampai tulang ekor. Keluhan NPB sering terjadi pada karyawan kantoran yang menggunakan komputer dalam melakukan pekerjaannya, dimana mereka menggunakan posisi duduk statis dengan selang waktu yang cukup lama. Keluhan NPB umumnya terjadi pada usia >35 tahun. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, posisi duduk dan lama duduk didepan komputer dengan keluhan NPB pada karyawan lintasarta. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling dengan analisis data Chi Square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Mei 2022 yang bertempat di PT Lintasarta. Hasil: Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan usia (p=0,853) dan jenis kelamin (p=1,000) dengan keluhan NPB dan terdapat hubungan yang signifikan posisi duduk (p=0,041) dan lama duduk (p=0,033) didepan komputer dengan keluhan NPB. Kesimpulan: Hasil uji chi square memperoleh tidak terdapat hubungan yang disignifikan antara usia, jenis kelamin dengan keluhan NPB. Terdapat hubungan yang signifikan antara posisi duduk dan lama duduk di depan komputer dengan keluhan NPB. Rekomendasi: Peran perawat dalam menangani keluhan NPB sebagai advocate, pendidik, koordinator, konselor, dan pemberi asuhan keperawatan.

Penelitian pada 80 karyawan PT Lintasarta menemukan bahwa sebagian besar mengeluhkan nyeri punggung bawah ringan.Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan keluhan nyeri punggung bawah, namun ditemukan hubungan signifikan antara posisi duduk dan lama duduk di depan komputer dengan keluhan tersebut.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan peran perawat sebagai pendidik, konselor, dan koordinator dalam memberikan edukasi mengenai posisi duduk ergonomis dan durasi istirahat yang tepat untuk mengatasi keluhan nyeri punggung bawah.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi hubungan signifikan antara posisi duduk dan lama duduk di depan komputer dengan keluhan nyeri punggung bawah pada karyawan kantoran. Namun, terdapat peluang besar untuk penelitian lanjutan yang dapat memperkaya pemahaman kita. Pertama, mengingat adanya perbedaan temuan terkait usia dan jenis kelamin di berbagai penelitian, studi di masa depan dapat secara khusus menguji bagaimana ambang batas kategori usia yang berbeda (misalnya, di bawah 30 atau 35 tahun) memengaruhi risiko nyeri punggung bawah. Selain itu, penting untuk memasukkan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai variabel yang dipertimbangkan secara cermat, bahkan sebagai kriteria inklusi/eksklusi atau kovariat, mengingat potensi pengaruh IMT terhadap keluhan muskuloskeletal yang telah disinggung dalam pembahasan. Memahami interaksi antara usia, jenis kelamin, dan IMT dengan kebiasaan duduk dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif. Kedua, meskipun posisi dan lama duduk telah diteliti, terdapat indikasi bahwa faktor ergonomi lain seperti beban kerja, pengulangan gerakan, dan karakteristik lingkungan fisik mungkin juga berperan penting. Penelitian selanjutnya bisa berfokus pada analisis mendalam terhadap faktor-faktor ini, misalnya melalui studi observasional yang lebih rinci tentang pola kerja harian dan penggunaan peralatan ergonomis, untuk melihat bagaimana kombinasi faktor-faktor ini secara kolektif memengaruhi timbulnya nyeri punggung bawah. Ini dapat dilakukan melalui pendekatan kualitatif atau campuran untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang pengalaman karyawan. Ketiga, dengan adanya bukti hubungan yang kuat antara kebiasaan duduk dengan nyeri punggung bawah, langkah logis selanjutnya adalah merancang studi intervensi. Misalnya, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas program edukasi ergonomi yang terstruktur atau penerapan solusi tempat kerja seperti meja berdiri (sit-stand desk) atau jeda istirahat aktif yang terjadwal. Mengukur perubahan keluhan nyeri punggung bawah dan produktivitas karyawan sebelum dan sesudah intervensi, melalui studi kohort atau eksperimental dengan kelompok kontrol, akan memberikan bukti kausalitas dan panduan praktis yang lebih kuat untuk pencegahan.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s11916-019-0757-1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s11916 019 0757 1
  2. eJournal Portal UNSRAT. ejournal portal unsrat direktori jurnal akses ilmiah universitas sam ratulangi... ejournal.unsrat.ac.id/index.php/biomedik/article/view/2628eJournal Portal UNSRAT ejournal portal unsrat direktori jurnal akses ilmiah universitas sam ratulangi ejournal unsrat ac index php biomedik article view 2628
  3. Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya | SCHOULID: Indonesian Journal of School... schoulid.eloracenter.org/schoulid/article/view/430Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya SCHOULID Indonesian Journal of School schoulid eloracenter schoulid article view 430
Read online
File size371.67 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test