STIKESNHSTIKESNH

Diagnosis : Jurnal Ilmiah KesehatanDiagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan

Kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) adalah salah satu jenis tanaman dari familia Anacardiaceae yang telah menyebar di Indonesia dan merupakan bahan obat tradisional yang memiliki multi khasiat. Salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan Masyarakat sebagai obat kumur adalah kulit batang jambu mete. Kulit batang jambu mete mengandung senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, asam fenolik, dan saponin merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasikan ekstrak etanol kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) menjadi sediaan obat kumur (Mouthwash) sebagai obat kumur. Formulasi obat kumur dibuat dalam 3 formula dengan konsentrasi kulit batang jambu mete yang berbeda yaitu 1%, 3% dan 5%. Namun mengandung Sodium Lauryl Sulfate dengan konsentrasi yang berbeda yaitu F1 (0,5%), F2 (1,25%), F3 (2,5%). Evaluasi obat kumur yang dilakukan adalah uji organoleptic (bentuk, bau, warna, dan aroma), uji pH, dan uji homogenitas. Dari hasil penelitian ini, dengan adanya variasi ekstrak dan kadar pelarut kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale L.) mempengaruhi sifat fisik dari sediaan obat kumur pada uji organoleptic dan uji pH.

Berdasarkan hasil penelitian, formulasi sediaan obat kumur dari ekstrak kulit batang jambu mete (Anacardium occidentale) dapat disimpulkan bahwa Ekstrak kulit batang jambu mete dapat diformulasikan menjadi sediaan obat kumur dalam tiga formula dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda (1%, 3%, dan 5%).Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk cair, beraroma mint, dan rasa manis.Sediaan juga menunjukkan homogenitas yang baik tanpa butiran kasar.Namun, nilai pH ketiga formula menunjukkan perbedaan, yaitu F1 (pH 5), F2 (pH 4), dan F3 (pH 3).Meskipun demikian, hanya formula F1 yang berada dalam rentang pH ideal (5–7) untuk sediaan obat kumur, sehingga direkomendasikan untuk penggunaan karena berpotensi mengurangi risiko iritasi mulut.Dengan demikian, formula F1 dinilai paling stabil secara fisik dan paling sesuai sebagai sediaan obat kumur berbasis ekstrak etanol kulit batang jambu mete.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek anti-inflamasi dan antibakteri dari ekstrak kulit batang jambu mete terhadap infeksi mulut. Selain itu, penelitian tentang formulasi sediaan obat kumur yang lebih optimal dengan variasi konsentrasi ekstrak dan pelarut dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan stabilitas sediaan. Terakhir, studi klinis dapat dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas sediaan obat kumur berbasis ekstrak kulit batang jambu mete pada manusia.

Read online
File size380.92 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test