STIKESNHSTIKESNH

Diagnosis : Jurnal Ilmiah KesehatanDiagnosis : Jurnal Ilmiah Kesehatan

Kelor (Moringa oleifera L.) adalah jenis tumbuhan yang memiliki potensi sebagai bahan tambahan kosmetik karena aktivitas antibakterinya, khususnya pada daunnya. Senyawa aktif flavaniod dalam daun kelor berperan sebagai antibakteri dengan merusak membran sel bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi dan konsentrasi ekstrak etanol daun kelor dalam sabun cuci tangan yang memenuhi standar SNI. Sabun cuci tangan padat dibuat dengan tiga formula yang bervariasi: FI (2,5%), FII (5%), dan FIII (7,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cuci tangan dengan 5% ekstrak etanol daun kelor (F2) memenuhi persyaratan sesuai standar SNI (SNI 2797-8133) dalam hal uji organoleptik, tinggi busa, homogenitas, pH, dan iritasi.

Sabun pencuci tangan yang terbuat dari ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) dapat dibuat dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 7,5%.Berdasarkan hasil pengujian kualitas, formula F2 (5%) memenuhi kriteria SNI 2797-8133 untuk uji organoleptik, busa, keseragaman, pH, serta iritasi, sehingga formula ini layak dianggap sesuai dengan standar kualitas yang ditentukan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang efek antibakteri dari sabun cuci tangan ekstrak daun kelor terhadap berbagai jenis bakteri. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan formulasi sabun cuci tangan yang lebih efektif dalam menghilangkan bakteri penyebab penyakit kulit, seperti jerawat dan bisul. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi daun kelor sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit, seperti pelembab atau krim wajah, dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kecantikan kulit. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan produk kosmetik alami yang aman dan efektif.

Read online
File size407.77 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test