ULUMUNAULUMUNA

UlumunaUlumuna

Penyebaran informasi melalui media sosial telah secara signifikan berdampak pada isu-isu psikologis seperti stres, ketakutan, dan kecemasan dalam masyarakat. Hal ini dicontohkan oleh jemaah MPTT-I di Aceh, yang sering menghadapi penolakan sosial terkait praktik zikir mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas zikir dalam mengurangi kecemasan di kalangan anggota Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I & Dhikr Rateb Seribe). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest non-acak. Studi ini melibatkan 20 subjek, yang dibagi rata menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Pengumpulan data menggunakan skala kecemasan Greenberger dan Padesky. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kecemasan yang signifikan di kalangan jemaah MPTT-I setelah implementasi zikir. Temuan ini menyarankan bahwa zikir efektif dalam mengurangi kecemasan di dalam komunitas MPTT-I & Dhikr Rateb Seribe.

Berdasarkan analisis data, efektivitas zikir terbukti sangat signifikan dalam mengurangi kecemasan pada jemaah MPTT-I, dengan perbedaan yang mencolok antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi.Zikirullah memberikan manfaat substansial bagi kesehatan psikologis dan mental, meningkatkan energi spiritual, serta membawa kedamaian batin bagi individu yang melaksanakannya dengan khusyuk dan ikhlas.Dengan demikian, praktik zikir dalam Islam merupakan terapi yang efektif untuk mengatasi kecemasan dan gejolak jiwa, sehingga mampu menenangkan hati dan pikiran.

Untuk pengembangan penelitian di masa depan, ada beberapa arah menarik yang dapat dieksplorasi guna memperdalam pemahaman kita tentang zikir dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Pertama, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi longitudinal untuk mengamati efek jangka panjang dari praktik zikir Rateeb Siribee terhadap tingkat kecemasan. Ini akan membantu melihat apakah manfaat yang terbukti signifikan ini dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan seiring waktu, serta faktor-faktor apa yang berkontribusi pada keberlanjutan praktik tersebut di kalangan jemaah. Kedua, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan subjek dengan melibatkan berbagai demografi di luar komunitas MPTT-I Aceh, seperti individu dari beragam tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, atau lingkungan sosial yang berbeda. Hal ini penting untuk menilai sejauh mana hasil penelitian ini dapat digeneralisasi dan apakah ada faktor-faktor spesifik yang memengaruhi efektivitas zikir pada kelompok-kelompok tersebut. Ketiga, perlu juga dilakukan investigasi yang lebih mendalam mengenai mekanisme kerja zikir dari perspektif biologis dan psikologis. Misalnya, bagaimana praktik zikir memengaruhi respons fisiologis tubuh, pola aktivitas otak, atau perubahan kognitif yang mendukung penurunan kecemasan. Dengan memahami aspek-aspek ini secara komprehensif, kita dapat mengembangkan model intervensi berbasis spiritual yang lebih terarah dan efektif, serta memperkaya khazanah psikologi Islam untuk kesejahteraan mental masyarakat.

  1. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/rel0000384APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 rel0000384
Read online
File size1.02 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test