POLIBATAMPOLIBATAM

JOURNAL OF APPLIED MULTIMEDIA AND NETWORKINGJOURNAL OF APPLIED MULTIMEDIA AND NETWORKING

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dua video pembelajaran Bahasa Mandarin mengenai penggunaan pola tata bahasa 先 (xiān) dan 再 (zài), yaitu versi dengan dan tanpa motion graphic, menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC), serta menganalisis perbedaan respon pengguna terhadap kedua video. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan desain berpasangan. Sebanyak 37 responden menilai kedua video melalui kuesioner skala Likert berdasarkan aspek tampilan visual, pemahaman materi, dan ketertarikan pengguna. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan mean skor total video tanpa motion graphic sebesar 26,24 dan video dengan motion graphic sebesar 45,24, dengan Z = -4,751 dan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan respon pengguna yang signifikan. Sebanyak 29 responden memberikan skor lebih tinggi pada video dengan motion graphic, satu responden memberikan skor lebih rendah, dan tujuh responden memberikan skor yang sama. Analisis tambahan menunjukkan mean persepsi terhadap motion graphic sebesar 4,49–4,54 dan 97,3% responden memilih video dengan motion graphic pada tiga pertanyaan preferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video dengan motion graphic memperoleh respon pengguna yang lebih tinggi dibandingkan video tanpa motion graphic.

Penelitian ini berhasil mengembangkan dua video pembelajaran Bahasa Mandarin mengenai penggunaan pola 先 (xiān) dan 再 (zài), yaitu video dengan motion graphic dan video tanpa motion graphic, menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri atas enam tahap.Kedua video dikembangkan dengan materi, narasi, contoh kalimat, durasi, dan tujuan pembelajaran yang sama, sedangkan perbedaan utamanya terletak pada penggunaan motion graphic.Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan respon pengguna yang signifikan antara video pembelajaran Bahasa Mandarin dengan dan tanpa motion graphic (Z = -4,751.Video dengan motion graphic memperoleh mean skor total sebesar 45,24, sedangkan video tanpa motion graphic memperoleh mean sebesar 26,24.Sebanyak 29 responden memberikan skor lebih tinggi pada video dengan motion graphic, 1 responden memberikan skor lebih rendah, dan 7 responden memberikan skor yang sama.Analisis tambahan menunjukkan persepsi positif terhadap penggunaan motion graphic dengan mean sebesar 4,49–4,54.Sebanyak 97,3% responden juga memilih video dengan motion graphic sebagai video yang lebih menarik, lebih mudah dipahami, dan lebih membantu memahami penggunaan pola 先 (xiān) dan 再 (zài).Dengan demikian, pada media dan materi yang dikembangkan dalam penelitian ini, video dengan motion graphic memperoleh respon pengguna yang lebih tinggi dibandingkan video tanpa motion graphic.

1) Penelitian lanjutan dapat mengembangkan desain counterbalanced untuk mengontrol efek urutan penayangan video, dengan membagi responden ke dalam kelompok yang menerima urutan penayangan berbeda. 2) Perlu dilakukan penelitian yang menggabungkan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas motion graphic terhadap peningkatan hasil belajar. 3) Validasi oleh ahli media dan ahli materi harus dilibatkan sebagai tahap tambahan untuk memastikan kelayakan produk multimedia. Penelitian ini juga dapat diperluas dengan mengembangkan motion graphic pada materi Bahasa Mandarin lainnya untuk mengevaluasi manfaat media secara lebih komprehensif. Dengan pendekatan ini, penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi digital.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s10648-023-09842-1Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s10648 023 09842 1
  2. Pengembangan Media Digital Berbasis Motion Graphic pada Pendalaman Materi IPS Sekolah Dasar | Jurnal... doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2642Pengembangan Media Digital Berbasis Motion Graphic pada Pendalaman Materi IPS Sekolah Dasar Jurnal doi 10 31004 basicedu v6i3 2642
  3. Implementasi Motion Graphic Sebagai Media Edukasi Pembelajaran Matematika | JURNAL JENDELA MATEMATIKA.... ejournal.jendelaedukasi.id/index.php/JJM/article/view/1444Implementasi Motion Graphic Sebagai Media Edukasi Pembelajaran Matematika JURNAL JENDELA MATEMATIKA ejournal jendelaedukasi index php JJM article view 1444
Read online
File size581.91 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test