UMUM

Journal of Language Literature and ArtsJournal of Language Literature and Arts

Kehadiran musik ska di Kota Malang menarik perhatian dan antusiasme masyarakat terhadap genre musik tersebut. Hal ini mendorong munculnya berbagai band bergenre ska beserta komunitas penggemarnya, salah satunya adalah komunitas MLG SKA yang didirikan oleh para pegiat musik ska sebagai wadah untuk mendukung eksistensi musik ska di Kota Malang. Komunitas ini aktif melakukan berbagai kegiatan guna mempertahankan keberadaannya di tengah fluktuasi minat masyarakat, seperti menyelenggarakan event, workshop, memproduksi karya musik, menjual merchandise, dan menjalin kolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk eksistensi komunitas MLG SKA di Kota Malang pada tahun 2018–2023. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, forum grup diskusi (FGD), dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi komunitas ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal yang meliputi penyelenggaraan event, produksi karya, dan merchandise, serta faktor eksternal yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan teknologi. Kedua faktor tersebut berperan penting dalam menjaga keberlangsungan komunitas MLG SKA di tengah dinamika perkembangan musik di Kota Malang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Komunitas MLG SKA di Kota Malang berhasil mempertahankan eksistensinya dari tahun 2018 hingga 2023 melalui beragam kegiatan seperti event, workshop, produksi karya, penjualan merchandise, dan kolaborasi.Keberlangsungan komunitas ini didukung oleh faktor internal seperti struktur keanggotaan dan basecamp, serta faktor eksternal meliputi aspek ekonomi, sosial, dan teknologi, yang memungkinkan mereka beradaptasi bahkan selama pandemi COVID-19.Dengan demikian, MLG SKA menjadi contoh adaptasi komunitas musik subkultur dalam menghadapi dinamika sosial dan industri, serta menjadi dasar untuk eksplorasi lebih lanjut tentang pengaruhnya terhadap perkembangan subkultur anak muda dan relasi antarkomunitas.

Melihat keberhasilan MLG SKA dalam mempertahankan eksistensinya, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi secara lebih mendalam beberapa aspek krusial. Pertama, bagaimana komunitas musik independen seperti MLG SKA dapat mengembangkan model keberlanjutan ekonomi yang lebih inovatif dan mandiri, tidak hanya bergantung pada tiket event dan sponsor, tetapi juga diversifikasi pendapatan dari platform digital atau model keanggotaan berbasis nilai, guna menghadapi fluktuasi pasar dan tantangan industri kreatif. Pertanyaan yang relevan adalah: strategi finansial apa yang paling efektif untuk komunitas musik subkultur agar tetap relevan dan beroperasi dalam jangka panjang? Kedua, penting untuk mengkaji lebih jauh adaptasi komunitas terhadap lanskap digital. Meskipun MLG SKA sempat aktif secara daring saat pandemi, penelitian dapat menganalisis efektivitas jangka panjang dari strategi digital mereka dalam mempertahankan dan memperluas basis penggemar, serta bagaimana integrasi media sosial dan platform streaming memengaruhi identitas dan interaksi komunitas pasca-pandemi. Ketiga, perlu diteliti dinamika regenerasi anggota dan pelibatan generasi muda. Mengingat pentingnya MLG SKA Calling You sebagai ajang rekrutmen, studi masa depan bisa menganalisis metode efektif komunitas dalam menarik, mendidik, dan mempertahankan minat generasi baru terhadap musik ska, sekaligus memahami tantangan dalam menjembatani kesenjangan antargenerasi dalam sebuah subkultur yang telah mapan.

  1. PERAN SEMARANG SKA FOUNDATION DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK SKA DI KOTA SEMARANG | GETER : Jurnal Seni Drama,... doi.org/10.26740/geter.v4n1.p91-104PERAN SEMARANG SKA FOUNDATION DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK SKA DI KOTA SEMARANG GETER Jurnal Seni Drama doi 10 26740 geter v4n1 p91 104
  2. Manajemen Event Choreonite Vol. 9: Time To Bloom Di Masa Pandemi Covid- 19 | Jurnal Seni Tari. manajemen... doi.org/10.15294/jst.v10i2.50272Manajemen Event Choreonite Vol 9 Time To Bloom Di Masa Pandemi Covid 19 Jurnal Seni Tari manajemen doi 10 15294 jst v10i2 50272
  3. Album Kompilasi sebagai Pembentuk Habitus Musikal bagi Komunitas Jazz Jogja | Vivian | Jurnal Kajian... doi.org/10.22146/jksks.46451Album Kompilasi sebagai Pembentuk Habitus Musikal bagi Komunitas Jazz Jogja Vivian Jurnal Kajian doi 10 22146 jksks 46451
Read online
File size280.65 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test