STIKESSALSABILASTIKESSALSABILA

Jurnal Ilmiah Kesehatan DelimaJurnal Ilmiah Kesehatan Delima

Gizi pada ibu menyusui erat kaitannya dengan produksi ASI dimana hal tersebut berkaitan juga dengan pemenuhan gizi bayi dan balita. Menurut WHO 2022 mengatakan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia sebesar 67,96% dibandingkan pada tahun 2021 sebesar 69,7% dari data tersebut bahwa cakupan ASI eksklusif mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui Analisis Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu Menyusui. Jenis penelitian kuantitatif metode analitik.Populasi ibu yang mempunyai bayi balita usia 6-24 bulan, pengambilan sampel menggunakan purposive sampel, sebanyak 52 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis yang digunakan analisis deskriptif dan analitik. Status Gizi Kurang (KEK) pada ibu menyusui sebanyak 7 orang (13,5%). Gizi Kurang (KEK) pada ibu menyusui sebagian besar dari usia tidak beresiko yaitu sebanyak 5 orang (71,4%), sebagian besar dari pendidikan menengah sebanyak 5 orang (71,4%), sebagian besar dari yang tidak bekerja sebanyak 6 orang (85,7%), sebagian besar dari pendapatan keluarga yang < UMR sebanyak 6 orang (85,7%), sebagian besar dari yang tidak ada pantangan makan sebanyak 6 orang (85,7%), sebagian besar dari pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 4 orang (57,1%). Disarankan untuk meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan semenjak hamil serta Ibu menyusui tentang gizi menyusui.

Status Gizi Kurang (KEK) pada ibu menyusui sebanyak 7 orang (13,5%).Gizi Kurang (KEK) pada ibu menyusui sebagian besar dari usia tidak beresiko yaitu sebanyak 5 orang (71,4%), sebagian besar dari pendidikan menengah sebanyak 5 orang (71,4%), sebagian besar dari yang tidak bekerja (IRT) sebanyak 6 orang (85,7%), sebagian besar dari pendapatan keluarga yang < UMR sebanyak 6 orang (85,7%), sebagian besar dari yang tidak ada pantangan makan sebanyak 6 orang (85,7%), sebagian besar dari pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 4 orang (57,1%).Disarankan untuk dapat meningkatkan sosialisasi dan penyuluhan semenjak hamil serta Ibu menyusui tentang gizi menyusu, penyuluhan bisa dibuat lebih menarik menggunakan media promosi kesehatan seperti penayangan video dan pembagian leaflet, pamflet serta brosur pada tiap peserta penyuluhan.

Untuk meningkatkan pemberian ASI secara eksklusif, perlu dipertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi ibu menyusui, seperti usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga, pantangan makan, dan pengetahuan ibu tentang gizi menyusui. Penelitian lanjutan dapat fokus pada intervensi yang efektif untuk meningkatkan status gizi ibu menyusui, terutama pada kelompok usia beresiko dan ibu dengan pendidikan rendah. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi strategi sosialisasi dan penyuluhan yang menarik dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi menyusui. Penelitian juga dapat menyelidiki dampak jangka panjang dari status gizi ibu menyusui terhadap kesehatan ibu dan anak, serta pertumbuhan dan perkembangan bayi.

  1. 404 Not Found. analisis faktor mempengaruhi status gizi menyusui cikunir jurnal ilmiah kesehatan delima... ejournal.stikes-salsabila.ac.id/index.php/jikd/article/view/158404 Not Found analisis faktor mempengaruhi status gizi menyusui cikunir jurnal ilmiah kesehatan delima ejournal stikes salsabila ac index php jikd article view 158
Read online
File size344.98 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test