KAHURIPANKAHURIPAN
JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUSTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada pembelajaran matematika dengan mengimplementasikan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Metodologi ini kualitatif dengan bentuk kajian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dengan 2 pertemuan per siklus. Implementasi model PBL dan hasil belajar siswa menjadi fokus utama pada kajian ini. Hasil studi memperlihatkan terjadi peningkatan dalam siklus I presentase ketuntasan klasikal senilai 14,28% sementara di siklus II meningkat menjadi 64,28%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas 2 di SDN Bendungan.
Menurut hasil studi yang sudah dijalankan kepada peserta didik kelas 2B SDN Bendungan Kota Semarang pada semester 1 Tahun ajaran 2023/2024 terjadi peningkatan hasil belajar pada pembelajaran Matematika dengan memakai model pembelajaran PBL (PBL).Hal itu dibuktikan dari data hasil belajar siswa rata-rata nilai tuntas dengan presentase ketuntasan klasikal di siklus I serta II.Dalam siklus I presentase ketuntasan klasikal senilai 14,28% sementara di siklus II meningkat menjadi 64,28%.Peningkatan hasil belajar siswa kelas 2B di SDN Bendungan Kota Semarang ini terjadi karena pengaruh dari penerapan model pembelajaran PBL (PBL) yang sudah diterapkan.Sehingga bisa disimpulkan jika dengan penerapan model pembelajaran PBL bisa memberi peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran lain seperti IPA atau Bahasa Indonesia untuk mengevaluasi efektivitasnya secara lintas disiplin. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan pendekatan PBL yang diintegrasikan dengan teknologi digital untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam lingkungan pembelajaran virtual. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penerapan PBL terhadap keterampilan berpikir kritis dan kemandirian belajar siswa setelah beberapa tahun setelah pembelajaran selesai.
| File size | 322.75 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
KAHURIPANKAHURIPAN Kemampuan ini terlihat pada berbagai konteks pertanyaan, baik pada bangun datar maupun bangun ruang yang menunjukkan bahwa pemahaman subjek tidak terbatasKemampuan ini terlihat pada berbagai konteks pertanyaan, baik pada bangun datar maupun bangun ruang yang menunjukkan bahwa pemahaman subjek tidak terbatas
KAHURIPANKAHURIPAN Pada saat praktik mengajar di SMAN 7 Kediri, peneliti mengidentifikasi beberapa masalah ketika siswa diajar menulis teks. Sebagian besar siswa mengalamiPada saat praktik mengajar di SMAN 7 Kediri, peneliti mengidentifikasi beberapa masalah ketika siswa diajar menulis teks. Sebagian besar siswa mengalami
KAHURIPANKAHURIPAN Masalah utama yang dialami kelas 5 di SDN Margomulyo 1 Ngawi adalah rendahnya hasil belajar pada materi kubus dan balok. Penyebabnya adalah minimnya penggunaanMasalah utama yang dialami kelas 5 di SDN Margomulyo 1 Ngawi adalah rendahnya hasil belajar pada materi kubus dan balok. Penyebabnya adalah minimnya penggunaan
KAHURIPANKAHURIPAN Data hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan signifikan dari pra siklus (65,6) ke siklus I (72,2) dan siklus II (85,6). Persentase ketuntasan belajarData hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan signifikan dari pra siklus (65,6) ke siklus I (72,2) dan siklus II (85,6). Persentase ketuntasan belajar
KAHURIPANKAHURIPAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa. 1) penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan keterampilanBerdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa. 1) penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) mampu meningkatkan keterampilan
KAHURIPANKAHURIPAN Selanjutnya untuk siswa dengan gaya kogintif Field Dependent tinggi dalam menyelesaikan masalah berdasarkan indikator berpikir kritis masih keliru dalamSelanjutnya untuk siswa dengan gaya kogintif Field Dependent tinggi dalam menyelesaikan masalah berdasarkan indikator berpikir kritis masih keliru dalam
KAHURIPANKAHURIPAN Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukan persentase ketuntasanPenelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi. Hasil penelitian menunjukan persentase ketuntasan
KAHURIPANKAHURIPAN Bangkalan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan,Bangkalan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan,
Useful /
KAHURIPANKAHURIPAN Siswa menunjukkan respons positif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Namun, hambatan utama yang dihadapi guru adalah kurangnya dukungan dari rekanSiswa menunjukkan respons positif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Namun, hambatan utama yang dihadapi guru adalah kurangnya dukungan dari rekan
KAHURIPANKAHURIPAN Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendalaman tentang pemahaman bahwa Pendidikan Kewarganegaraan selaku alat untuk penguatan karakter bangsa dalamPenelitian ini bertujuan untuk memberikan pendalaman tentang pemahaman bahwa Pendidikan Kewarganegaraan selaku alat untuk penguatan karakter bangsa dalam
KAHURIPANKAHURIPAN Maka dari itu pendidik perlu untuk dapat menggunakan model pembelajaran yang efektif seperti model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Studi iniMaka dari itu pendidik perlu untuk dapat menggunakan model pembelajaran yang efektif seperti model pembelajaran Project Based Learning (PJBL). Studi ini
KAHURIPANKAHURIPAN Penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini adalahPenelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah