KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL KOULUTUSJURNAL KOULUTUS

Computational Thinking merupakan keterampilan yang utama pada era modern, bagi pendidik maupun peserta didik. Diantaranya membantu seseorang untuk meningkatkan keterampilan problem solving, kreatif, komunikatif, kritis, dan keterampilan analitis baik di sekolah atau dalam kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru tentang pelaksanaan pembelajaran berbasis Computational Thinking peserta didik SMPTQ Annida Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yakni peneliti mengambil data penelitian melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada seluruh guru yang mengajar di SMPTQ Annida Salatiga. Sedangkan dalam tahap observasi dilaksanakan ketika proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 4 orang guru yang sudah mengenal dan mempraktekkan pembelajaran Computational Thinking di kelas. Sebagian dari mereka mengetahui mengenai pembelajaran Computational Thingking berasal dari media sosial yang berkaitan dengan pembelajaran di abad 21, ada pula yang mengenal Computational Thinking dari guru yang lain yang kemudian diperdalam dengan menggali lebih dalam melalui internet dan jurnal-jurnal ilmiah. Sedangkan guru yang lainnya belum mengenal mengenai Computational Thinking, karena keterbatasan dalam hal menggunakan teknologi yang terus berkembang pesat. Hal ini tentu menjadi PR besar bagi sekolah karena kemampuan berpikir komputasi sangat mempengaruhi kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah serta berpikir kritis.

Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa 4 dari 10 guru di SMPTQ Annida Salatiga sudah mengenal dan menerapkan pembelajaran berbasis Computational Thinking, sementara 6 guru lainnya belum mengenal konsep ini.Persepsi guru terhadap pentingnya Computational Thinking sangat positif, namun implementasinya masih terbatas karena keterbatasan kemampuan teknologi dan kurangnya pelatihan.Peningkatan pemahaman dan kompetensi guru terhadap Computational Thinking menjadi prioritas utama untuk meningkatkan keterampilan berpikir komputasi peserta didik di era digital.

Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam Computational Thinking, penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas pelatihan berbasis teknologi seperti workshop online atau platform e-learning yang dirancang khusus untuk pendidik. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang integrasi Computational Thinking ke dalam mata pelajaran non-STEM seperti Pendidikan Agama Islam atau Bahasa Indonesia untuk melihat dampaknya terhadap pemecahan masalah dan kreativitas siswa. Terakhir, studi lanjutan bisa fokus pada pengembangan alat evaluasi berbasis Computational Thinking yang valid dan reliabel untuk mengukur perkembangan kemampuan berpikir komputasi peserta didik secara objektif.

  1. Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Tipe Kepribadian Thinking-Feeling Dalam Menyelesaikan Soal PISA... doi.org/10.24014/sjme.v5i1.6769Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Tipe Kepribadian Thinking Feeling Dalam Menyelesaikan Soal PISA doi 10 24014 sjme v5i1 6769
  2. DOI Name 10.21927 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 44z crossref email 08z support... doi.org/10.21927DOI Name 10 21927 Values doi name values index type timestamp data hs serv 44z crossref email 08z support doi 10 21927
  3. Pelatihan Metode Computational Thinking melalui Pemrograman Menggunakan Scratch untuk Siswa Sekolah Dasar... doi.org/10.59837/jpmba.v1i8.402Pelatihan Metode Computational Thinking melalui Pemrograman Menggunakan Scratch untuk Siswa Sekolah Dasar doi 10 59837 jpmba v1i8 402
Read online
File size358.79 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test