UMBUMB

Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)

Krisis penegakan hukum di Indonesia menunjukkan bahwa persoalan hukum tidak hanya bersumber dari lemahnya struktur dan substansi hukum, tetapi juga dari budaya hukum masyarakat yang belum mapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pendidikan kewarganegaraan dalam memperkuat budaya hukum sebagai respons atas semakin merosotnya kepercayaan publik terhadap aparat dan sistem penegakan hukum. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji teori, konsep, dan temuan empiris mengenai peran civic education dalam membangun karakter warga negara yang taat hukum, demokratis, dan berintegritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memainkan peran strategis melalui tiga mekanisme utama, yaitu internalisasi nilai hukum, penguasaan pengetahuan hukum, dan praktik kewarganegaraan yang kontekstual. Namun implementasinya masih menghadapi tantangan seperti dominasi pendekatan kognitif, keterbatasan kompetensi guru, serta inkonsistensi lingkungan sosial yang kerap mempertontonkan pelanggaran hukum. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan berpotensi menjadi instrumen jangka panjang untuk membangun budaya hukum yang kuat, memperbaiki kualitas penegakan hukum, dan meningkatkan legitimasi hukum di mata masyarakat. Dengan demikian, penguatan pendidikan kewarganegaraan menjadi agenda strategis bagi upaya nasional mengatasi krisis penegakan hukum.

Penelitian ini menunjukkan bahwa krisis penegakan hukum di Indonesia tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan kelembagaan, tetapi merupakan refleksi dari lemahnya budaya hukum masyarakat, yang ditandai oleh rendahnya kepatuhan terhadap aturan, ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum, dan dominasi praktik sosial yang tidak sesuai dengan prinsip keadilan.Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan berpotensi menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi krisis penegakan hukum, sepanjang diikuti oleh reformasi pedagogis, peningkatan kompetensi guru, dan kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.Penguatan budaya hukum membutuhkan pendidikan yang konsisten, berkesinambungan, dan berbasis nilai.Pendidikan kewarganegaraan berfungsi menanamkan nilai, membentuk karakter, dan membangun kompetensi kewarganegaraan yang berorientasi pada keadilan serta tanggung jawab.Melalui internalisasi nilai moral hukum, penguasaan konseptual hukum, dan praktik kewarganegaraan, masyarakat dapat memiliki kesadaran hukum yang matang, kritis, dan berintegritas, sehingga mampu mendorong terwujudnya penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.

Untuk memperkuat budaya hukum di Indonesia, perlu ada reformasi pedagogis dalam pendidikan kewarganegaraan. Hal ini mencakup pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih komprehensif dan berbasis nilai, alih-alih hanya menekankan aspek kognitif. Selain itu, penting untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajarkan nilai-nilai hukum dan kewarganegaraan. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat juga harus diperkuat agar pembentukan budaya hukum dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan dapat menjadi instrumen strategis dalam pembangunan hukum nasional, sehingga masyarakat memiliki kesadaran hukum yang matang dan mampu mendorong terwujudnya penegakan hukum yang adil dan berkeadilan.

  1. SISTEM HUKUM PIDANA TERHADAP CEK/BILYET GIRO KOSONG | to-ra. sistem cek bilyet giro kosong ra authors... doi.org/10.33541/JtVol5Iss2pp102SISTEM HUKUM PIDANA TERHADAP CEK BILYET GIRO KOSONG to ra sistem cek bilyet giro kosong ra authors doi 10 33541 JtVol5Iss2pp102
  2. Indikator Lemahnya Penegakan Hukum di Indonesia | IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research. indikator... doi.org/10.60153/ijolares.v2i2.67Indikator Lemahnya Penegakan Hukum di Indonesia IJOLARES Indonesian Journal of Law Research indikator doi 10 60153 ijolares v2i2 67
  3. KUALITATIF : MEMAHAMI KARAKTERISTIK PENELITIAN SEBAGAI METODOLOGI | JURNAL PENDIDIKAN DASAR. kualitatif... doi.org/10.46368/jpd.v11i2.902KUALITATIF MEMAHAMI KARAKTERISTIK PENELITIAN SEBAGAI METODOLOGI JURNAL PENDIDIKAN DASAR kualitatif doi 10 46368 jpd v11i2 902
  4. Vol. 1 No. 4 (2021) | ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar. vol elementary jurnal inovasi pendidikan... doi.org/10.51878/elementary.v1i4Vol 1 No 4 2021 ELEMENTARY Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar vol elementary jurnal inovasi pendidikan doi 10 51878 elementary v1i4
Read online
File size303.95 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test