UMBUMB
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)Artikel ini bertujuan untuk mengaitkan pendidikan nilai dengan pendidikan kewarganegaraan. Ketika keduanya disatukan dalam studi literatur ini, akan dihasilkan konteks dari pendidikan kewarganegaraan yang mencakup: (1) mempertahankan dan memajukan nilai-nilai moral Pancasila, (2) membimbing siswa menjadi warga negara Indonesia yang paham tentang politik dan hukum berlandaskan Pancasila, dan (3) melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat negara. Konteks pendidikan nilai adalah nilai-nilai yang terkait dengan tanggung jawab, nurani, yang bersifat mengikat, dan formal dengan ciri-ciri seperti: (a) nilai yang berkaitan dengan subjek, (b) nilai yang muncul dalam konteks praktis, dan (c) nilai-nilai yang menyangkut sifat-sifat tambahan yang diberikan oleh objek pada sifat-sifat yang dimilikinya. Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai dapat diwujudkan melalui beberapa pendekatan, termasuk evokasi yang menekankan inisiatif peserta didik untuk mengekspresikan diri secara spontan, inkulasi atau penanaman nilai, pendekatan kesadaran, penalaran moral, pengungkapan nilai, pendekatan komitmen, pendekatan penyatuan (union approach), pendekatan pemodelan teladan, dan pendidikan berdasarkan karakter (character-based education).
Nilai-nilai Pancasila membentuk dasar dari nilai-nilai yang diintegrasikan dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia.Pendidikan nilai ini fokus pada penanaman nilai-nilai luhur, termasuk di antaranya.(1) mempertahankan dan memajukan nilai-nilai moral Pancasila, (2) membimbing siswa menjadi warga negara Indonesia yang paham tentang politik dan hukum berlandaskan Pancasila, dan (3) melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat negara.Pengembangan potensi nilai-nilai Pancasila juga bertujuan untuk mencapai kedewasaan moral dalam konteks keberagaman serta mencapai kesetaraan manusia sebagai individu dan anggota masyarakat dalam interaksi sosial.Pendidikan kewarganegaraan berfungsi sebagai fondasi pendidikan nilai yang diharapkan mampu membentuk warga negara yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai yang terintegrasi satu sama lain, sehingga melahirkan warga negara yang percaya diri, kompeten, dan berkomitmen.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak teknologi digital terhadap efektivitas pembelajaran nilai Pancasila dalam konteks globalisasi. Selain itu, studi tentang integrasi budaya lokal dalam kurikulum pendidikan kewarganegaraan bisa dilakukan untuk memperkuat identitas nasional. Terakhir, penelitian perlu mengevaluasi efektivitas pendekatan berbasis karakter dalam membentuk sikap demokratis dan toleransi di kalangan generasi muda.
| File size | 326.81 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kesenjangan antara idealitas Pancasila sebagai ideologi hukum dan praktik legislasi mencerminkan dominasi pendekatan legal-formalistik yang menempatkanKesenjangan antara idealitas Pancasila sebagai ideologi hukum dan praktik legislasi mencerminkan dominasi pendekatan legal-formalistik yang menempatkan
UMBUMB Dengan menggunakan media belajar juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Rejang Lebong dengan metodeDengan menggunakan media belajar juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Rejang Lebong dengan metode
UMBUMB Dengan demikian, penguatan pendidikan kewarganegaraan menjadi agenda strategis bagi upaya nasional mengatasi krisis penegakan hukum. Penelitian ini menunjukkanDengan demikian, penguatan pendidikan kewarganegaraan menjadi agenda strategis bagi upaya nasional mengatasi krisis penegakan hukum. Penelitian ini menunjukkan
UMBUMB Dalam situasi tersebut, tenaga kesehatan memerlukan landasan moral yang kuat agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan tanggung jawab profesional. OlehDalam situasi tersebut, tenaga kesehatan memerlukan landasan moral yang kuat agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan tanggung jawab profesional. Oleh
UMBUMB Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai fondasi moral, filter ideologis, serta pedoman etika dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaanHasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai fondasi moral, filter ideologis, serta pedoman etika dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan
UMSIUMSI Penggunaan mesin pertanian, baik pra-panen maupun pasca-panen, adalah pendorong dalam mempercepat proses peningkatan produksi dan efisiensi pertanian sehinggaPenggunaan mesin pertanian, baik pra-panen maupun pasca-panen, adalah pendorong dalam mempercepat proses peningkatan produksi dan efisiensi pertanian sehingga
STIP FARMINGSTIP FARMING Produksi porang yang ditawarkan oleh petani lokal lebih banyak didistribusikan ke pasar internasional, hal tersebut karena permintaan luar negeri lebihProduksi porang yang ditawarkan oleh petani lokal lebih banyak didistribusikan ke pasar internasional, hal tersebut karena permintaan luar negeri lebih
UCYUCY Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian dengan menggunakan alat peraga batang napier pada kelas IV SD Negeri 2 Wadasmalang Kebumen dapat disimpulkanBerdasarkan pembahasan dan hasil penelitian dengan menggunakan alat peraga batang napier pada kelas IV SD Negeri 2 Wadasmalang Kebumen dapat disimpulkan
Useful /
UMBUMB Namun pada kenyataannya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan masyarakat maupun birokrasi, sehingga praktik korupsi masih terusNamun pada kenyataannya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan masyarakat maupun birokrasi, sehingga praktik korupsi masih terus
UMBUMB Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa SMAN 1 Silat Hilir telah menanamkan nilai-nilai kebhinekaan melalui pendidikan agama yang tampak dari adanya kemajuanDengan demikian dapat disimpulkan bahwa SMAN 1 Silat Hilir telah menanamkan nilai-nilai kebhinekaan melalui pendidikan agama yang tampak dari adanya kemajuan
UMBUMB Perkembangan teknologi dan media digital secara signifikan telah mengubah pola interaksi sosial generasi muda Indonesia, sekaligus menimbulkan tantanganPerkembangan teknologi dan media digital secara signifikan telah mengubah pola interaksi sosial generasi muda Indonesia, sekaligus menimbulkan tantangan
UCYUCY Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Swasta di Bandar Lampung angkatan 2014, 2015 dan 2016. PenentuanPopulasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Swasta di Bandar Lampung angkatan 2014, 2015 dan 2016. Penentuan