UMBUMB

Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)

Korupsi merupakan salah satu persoalan paling serius yang menghambat pencapaian tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Sebagai dasar negara sekaligus pedoman etis bagi seluruh warga bangsa, Pancasila idealnya menjadi landasan pembentukan karakter individu, struktur sosial, dan praktik pemerintahan yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Namun pada kenyataannya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan masyarakat maupun birokrasi, sehingga praktik korupsi masih terus muncul dan berkembang dalam berbagai sektor. Kondisi ini dipicu oleh faktor internal, seperti rapuhnya moralitas, sikap serakah, serta pola hidup yang hedonis, dan juga faktor eksternal berupa budaya permisif di masyarakat, tekanan ekonomi, lemahnya sistem pengawasan, serta lingkungan birokrasi yang kurang transparan. Artikel ini berupaya mengkaji hubungan antara nilai-nilai Pancasila dengan strategi pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan, pembenahan sistem, dan penguatan budaya. Dengan mengoptimalkan penerapan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, serta Keadilan Sosial dalam berbagai aspek kehidupan, diharapkan lahir budaya antikorupsi yang konsisten sebagai dasar bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan menjunjung keadilan.

Nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting sebagai landasan etis dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.Melalui kajian ini, ditemukan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi sistematis untuk mengatasi korupsi.Pendidikan, struktur, dan budaya yang berbasis Pancasila mampu menciptakan kesadaran kolektif untuk menolak praktik korupsi.Namun, diperlukan upaya lebih intensif dalam penguatan karakter dan pengawasan untuk memastikan keberlanjutan budaya antikorupsi.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, dilakukan studi kuantitatif untuk mengukur efektivitas program pendidikan anti-korupsi berbasis nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Kedua, dikaji peran sistem pengawasan internal dan eksternal dalam memperkuat transparansi pemerintahan berdasarkan prinsip Kerakyatan dan Keadilan Sosial. Ketiga, diteliti dampak budaya organisasi yang berbasis nilai Kemanusiaan terhadap perilaku koruptif di instansi pemerintah. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat penerapan Pancasila sebagai fondasi anti-korupsi yang berkelanjutan.

Read online
File size304.24 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test