UMBUMB

Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)

Menjaga persatuan rakyat Indonesia merupakan kewajiban fundamental Pancasila sebagai filsafat dan landasan negara. Namun, dalam realitas kontemporer, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius akibat maraknya fenomena radikalisme dan korupsi yang mengancam integrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan utama dalam penerapan nilai Pancasila guna mengatasi kedua ancaman tersebut serta merumuskan strategi pemecahan yang efektif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, di mana data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen pemerintah dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk membangun kerangka berpikir yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan radikalisme berakar pada ketidakmampuan sistem pendidikan dan sosial dalam menginternalisasi nilai pluralisme, serta masifnya persebaran ideologi ekstrem di ruang digital. Di sisi lain, tantangan pemberantasan korupsi berkaitan erat dengan lemahnya pengamalan integritas, kejujuran, dan keadilan sosial dalam praktik birokrasi serta kepemimpinan publik. Meskipun Pancasila diakui sebagai fondasi yang kuat, efektivitasnya masih terhambat oleh minimnya pemahaman mendalam, rendahnya partisipasi masyarakat, dan adanya kesenjangan antara norma formal dengan realitas sosial. Sebagai solusi, artikel ini menyarankan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila sejak dini, penegakan hukum yang adil dan transparan, serta kolaborasi aktif antara pemerintah, lembaga hukum, dan masyarakat. Melalui strategi terintegrasi yang mencakup kebijakan publik dan literasi digital, Pancasila dapat direaktualisasi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi, memelihara kebhinekaan, dan memperkokoh integritas moral bangsa Indonesia di era modern.

Pancasila sebagai dasar negara dan filsafat hidup bangsa memiliki peran strategis dalam menghadapi ancaman radikalisme dan korupsi.Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama lemahnya internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam sistem pendidikan, birokrasi, dan kehidupan sosial masyarakat.Radikalisme tumbuh akibat rendahnya pemahaman terhadap nilai toleransi, persatuan, dan musyawarah, serta diperparah oleh penyebaran ideologi ekstrem melalui ruang digital.Korupsi mencerminkan belum kokohnya pengamalan nilai keadilan sosial, integritas, dan tanggung jawab moral dalam praktik pemerintahan dan kelembagaan publik.Penguatan penerapan Pancasila harus dilakukan secara komprehensif melalui revitalisasi pendidikan karakter berbasis Pancasila yang kontekstual dan kritis, penegakan hukum yang konsisten, adil, dan transparan, serta keteladanan moral dari para pemimpin dan penguatan partisipasi aktif masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pendidikan karakter berbasis Pancasila terhadap pencegahan radikalisme di kalangan generasi muda. Selain itu, analisis peran partisipasi masyarakat dalam penguatan integritas birokrasi dan penegakan hukum menjadi arah penting untuk mengurangi korupsi. Terakhir, studi tentang efektivitas literasi digital dalam memperkuat pemahaman nilai Pancasila di era informasi global dapat menjadi langkah inovatif untuk menjaga persatuan nasional.

Read online
File size294.99 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test