UMSIUMSI

Tarjih : Agribusiness Development JournalTarjih : Agribusiness Development Journal

Industri pertanian, termasuk peternakan sapi potong, rentan terhadap risiko dan kerugian. Kemitraan memberikan banyak manfaat dan mengurangi risiko kerugian bisnis melalui jaminan pasar, nilai tambah, dan portofolio aset produktif yang meningkat. Klaster sapi Bali adalah tempat pengembangan terpusat dalam pembibitan sapi untuk meningkatkan daya saing yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model kemitraan dalam mengelola risiko bisnis sapi Bali di klaster purifikasi sapi Bali. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil menunjukkan dua model kemitraan di lokasi penelitian: kemitraan perusahaan ternak dan kemitraan tradisional. Kerja sama bisnis dibangun melalui kemitraan dengan petani dengan pembagian keuntungan 50% petani, 45% perusahaan, dan 5% kelompok petani-ternak. Untuk kemitraan tradisional, petani dan pemilik mendapatkan 50% keuntungan masing-masing. Jadi, dua model bisnis peternakan sapi potong memiliki kelebihan dan kekurangan. Sistem kemitraan memiliki dampak positif terhadap petani dalam mengelola risiko bisnis mereka karena petani merasa dibantu oleh kedua kemitraan ini di lokasi penelitian, terutama bagi petani yang masih memiliki modal usaha minimal dalam bisnis sapi Bali. Penelitian masa depan akan dimaksimalkan jika meningkatkan jumlah responden dan ukuran area penelitian untuk mendeteksi pola kemitraan pertanian di daerah pedesaan.

Di lokasi penelitian terdapat dua model kemitraan dalam bisnis sapi Bali.model kemitraan antara petani dan perusahaan serta model kemitraan antara petani dan pemilik modal.Setiap model bisnis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tetapi kemitraan ini melindungi petani dalam mengantisipasi risiko yang menyebabkan kerugian pada bisnis mereka.Penelitian masa depan akan lebih optimal jika meningkatkan jumlah responden dan luas area penelitian untuk mendeteksi bentuk pola kemitraan pertanian di daerah pedesaan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak teknologi digital terhadap efektivitas model kemitraan dalam pengelolaan risiko peternakan sapi Bali, terutama dalam mempercepat akses pasar dan distribusi produk. Selain itu, studi perbandingan antara model kemitraan tradisional dan modern di daerah lain di Indonesia dapat memberikan wawasan tentang adaptasi lokal terhadap tantangan risiko yang berbeda. Terakhir, penelitian tentang keberlanjutan jangka panjang kemitraan peternakan perlu dilakukan, termasuk evaluasi ketergantungan ekonomi petani pada perusahaan atau pemodal serta dampaknya terhadap keadilan sosial dan kemandirian usaha. Dengan pendekatan ini, peneliti dapat mengembangkan rekomendasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk pengembangan sektor peternakan di Indonesia.

  1. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1755-1315/807/3/032089Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1755 1315 807 3 032089
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s12571-022-01309-5Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s12571 022 01309 5
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s10551-023-05360-wClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s10551 023 05360 w
Read online
File size281.39 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test