USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Ikan teri merupakan sumber pangan laut yang banyak dikonsumsi di Indonesia dan memiliki potensi sebagai sumber nutrisi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat gizi utama dalam ikan teri, meliputi kadar protein, lemak total, fosfor, kalsium, dan zat besi. Analisis komposisi nutrisi dilakukan melalui pengujian laboratorium dengan metode standar yang telah tervalidasi secara ilmiah. Hasil pengujian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran mengenai komposisi kimia ikan teri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan teri mengandung protein sebesar 31,5%, yang menunjukkan nilainya sebagai sumber protein hewani yang kaya. Kandungan lemak total sebesar 4,76% menunjukkan kadar lemak yang relatif rendah hingga sedang. Selain itu, kandungan fosfor tercatat sebesar 227,8 mg/kg, kalsium sebesar 2,45%, dan zat besi sebesar 36,1 mg/kg—seluruhnya merupakan mineral penting bagi fungsi fisiologis tubuh. Berdasarkan hasil ini, ikan teri menunjukkan potensi besar sebagai sumber pangan lokal yang bergizi tinggi dan dapat berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Analisis mengonfirmasi bahwa Stolephorus commersonnii dari Tanjung Tiram tidak hanya secara morfologi teridentifikasi dengan baik tetapi juga menunjukkan profil nutrisi tinggi, menjadikannya sumber daya maritim yang berharga.Dengan kandungan protein 31,5%, lemak total 4,76%, kalsium 2,45%, fosfor 227,8 mg/kg, dan zat besi 36,1 mg/kg, ikan teri memenuhi kriteria sebagai komoditas perikanan berkadar nutrisi tinggi.Nilai-nilai ini menegaskan potensinya sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi dan mikronutrien esensial—terutama kalsium dan besi—yang penting untuk kesehatan tulang, transportasi oksigen, dan metabolisme seluler.Mengingat kerapatan nutrisinya dan ketersediaan lokal, ikan teri menawarkan peluang strategis untuk digunakan dalam formulasi makanan fungsional, program diversifikasi diet, dan pengembangan produk olahan bernilai tambah yang bertujuan mengatasi malnutrisi serta mendukung kesehatan masyarakat, terutama di komunitas dengan akses terbatas terhadap sumber protein dan mineral konvensional.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknik pengolahan ikan teri yang lebih efisien untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk, seperti penggunaan teknologi pengeringan modern atau ekstraksi nutrisi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi ikan teri sebagai bahan baku makanan fungsional, misalnya dalam produk suplemen atau makanan tambahan khusus untuk kelompok rentan seperti anak-anak atau lansia. Terakhir, penelitian tentang dampak jangka panjang konsumsi ikan teri terhadap kesehatan gigi dan tulang, khususnya dalam konteks masyarakat yang kurang mengakses sumber kalsium dan protein hewani, dapat memberikan wawasan baru untuk program kesehatan masyarakat.

  1. Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (. anchovy stolephorus commersonnii produced... talenta.usu.ac.id/idjpcr/article/view/20636Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research anchovy stolephorus commersonnii produced talenta usu ac idjpcr article view 20636
Read online
File size355.08 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test