USUUSU

Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research (

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pengolahan umbi singkong terhadap pertumbuhan Candida albicans dalam Manihot Dextrose Agar (MDA). Umbi singkong yang telah dirajang dibagi menjadi tiga kelompok (G1, G2, dan G3). G1 dihaluskan dan dikeringkan dalam oven pada 60OC. G2 langsung dikeringkan dalam oven. G3 dihaluskan tanpa dikeringkan. Tiap kelompok direndam dalam 1.000 mL air suling, didihkan selama 15 menit, dan disaring dengan kain flanel. Filtrat kemudian dikeringkan dalam oven, lalu dihaluskan menjadi serbuk. Sebanyak 8 g serbuk umbi singkong dicampur dengan 20 g dekstrosa dan 15 g agar. Campuran disuspensikan ke dalam 1.000 mL air suling, dididihkan dan disterilkan pada 121oC selama 15 menit. Larutan dipindahkan ke dalam cawan petri dan dibiarkan membentuk media agar. Media yang diperoleh dari G1, G2, dan G3 masing-masing disebut sebagai F1, F2, dan F3. Suspensi C. albicans dibiakkan dalam media tersebut dan diinkubasi selama 48 jam. Pertumbuhan jamur diamati dengan menghitung koloni yang tumbuh. Data dianalisis dengan ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. albicans tumbuh dalam media F1, F2, dan F3 dengan jumlah masing-masing 128±2,08 x 105 koloni/mL, 64±5,57 x 105 koloni/mL, dan 44±3,51 x 105 koloni/mL. Hasil analisis statistika menunjukkan perbedaan yang nyata pertumbuhan jamur pada ketiga media (p < 0,05). Penelitian ini membuktikan bahwa metode pengolahan umbi singkong untuk media MDA mempengaruhi pertumbuhan C. albicans.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan umbi singkong dengan metode penggilingan dan pengeringan di oven menghasilkan media terbaik untuk pertumbuhan C.albicans dibandingkan dengan metode pemotongan dan pengeringan di oven serta penggilingan tanpa pengeringan.Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskan hubungan antara pengolahan umbi singkong dan komposisi nutrisi serta kadar sianida.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak suhu pengeringan terhadap kadar sianida dan nutrisi dalam media MDA. Selain itu, perlu dieksplorasi variasi varietas singkong untuk melihat perbedaan efektivitasnya sebagai media pertumbuhan jamur. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji alternatif bahan tambahan dalam formulasi media untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya.

  1. PERBANDINGAN PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans PADA MEDIA ALAMI JAGUNG, SINGKONG DAN UBI JALAR KUNING... doi.org/10.53699/joimedlabs.v3i2.76PERBANDINGAN PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans PADA MEDIA ALAMI JAGUNG SINGKONG DAN UBI JALAR KUNING doi 10 53699 joimedlabs v3i2 76
  2. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1757-899X/1166/1/012002Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1757 899X 1166 1 012002
  3. African Journal of Microbiology Research - cyanide influence on the growth of mycotoxigenic fungi from... academicjournals.org/journal/AJMR/article-abstract/9A2112E52881African Journal of Microbiology Research cyanide influence on the growth of mycotoxigenic fungi from academicjournals journal AJMR article abstract 9A2112E52881
  4. Cassava (Manihot esculenta Crantz)—A potential source of phytochemicals, food, and nutrition—An... iadns.onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/efd2.127Cassava Manihot esculenta Crantz yAAAiA potential source of phytochemicals food and nutritionyAAAiAn iadns onlinelibrary wiley doi 10 1002 efd2 127
Read online
File size458.68 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test