UMSIUMSI

Tarjih : Agribusiness Development JournalTarjih : Agribusiness Development Journal

Studi ini mengevaluasi kepuasan petani sapi terhadap program dukungan pemerintah dan membandingkan pendapatan antara petani yang menggunakan inseminasi buatan (IB) dan perkawinan alami di Kecamatan Liliriaja, Sulawesi Selatan. Dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara dengan 150 petani sapi yang dipilih secara purposif. Metode Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) mengevaluasi empat indikator utama: kualitas layanan teknis, ketersediaan IB, penghasilan, dan hasil produksi. Hasil menunjukkan tingkat kepuasan moderat (IKP = 73,78%), dengan skor tertinggi untuk ketersediaan IB (WS = 1,089) karena perannya kritis dalam perbaikan genetik. Namun, program dukungan pendapatan memiliki kepuasan terendah (WS = 0,621), menunjukkan celah dalam akses subsidi dan keterkaitan pasar. Secara ekonomi, anak sapi IB menghasilkan pendapatan lebih tinggi (IDR 8.500.000/head) dibandingkan perkawinan alami (IDR 6.500.000/head), meskipun IB memerlukan biaya pakan yang lebih tinggi. Studi ini menekankan kebutuhan perbaikan kebijakan, termasuk merevitalisasi program subsidi, pelatihan teknis, dan penerapan optimal IB untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas peternakan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil analisis Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) terhadap layanan pemerintah untuk petani sapi di Kecamatan Liliriaja, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan petani berada dalam kategori cukup puas (73,78%).Indikator ketersediaan inseminasi buatan (IB) memiliki kontribusi tertinggi terhadap kepuasan (WS=1,089), diikuti oleh hasil produksi dan reproduksi (WS=0,992) serta kualitas layanan teknis (WS=0,987).Namun, aspek penghasilan menunjukkan kontribusi terendah (WS=0,621), meskipun dianggap sangat penting oleh petani (Y=4,7).Ini menunjukkan bahwa meskipun program subsidi dan bantuan pasar dianggap penting, implementasinya belum optimal dalam meningkatkan kesejahteraan petani.Secara analisis ekonomi, penerapan IB menghasilkan pendapatan lebih tinggi (IDR 7.Keunggulan IB terletak pada kualitas genetik dan pertumbuhan lebih cepat ternak, sehingga meningkatkan nilai jual.Namun, keberhasilan IB sangat bergantung pada dukungan teknis seperti ketersediaan sperma beku berkualitas, ketepatan waktu inseminasi, dan bantuan petugas.Di sisi lain, perkawinan alami tetap diminati karena biaya produksi yang lebih rendah dan tidak bergantung pada ketersediaan teknologi.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji dampak program subsidi IB yang berkelanjutan terhadap ketahanan ekonomi petani kecil. Selain itu, studi tentang efektivitas pelatihan teknis dalam meningkatkan adopsi IB di daerah terpencil dapat menjadi arah baru. Terakhir, analisis perbandingan jangka panjang antara IB dan perkawinan alami di kondisi iklim berbeda akan memberikan wawasan untuk kebijakan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.

  1. 0. pdf obj endobj xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs ull ptl... aensiweb.net/AENSIWEB/aejsa/aejsa/2019/April/85-91(10).pdf0 pdf obj endobj xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents group tabs ull ptl aensiweb AENSIWEB aejsa aejsa 2019 April 85 91 10 pdf
Read online
File size504.65 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test