POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Kelelahan kerja pada perawat kamar operasi merupakan isu krusial yang memengaruhi kinerja perawat dan keselamatan pasien. Perawat yang kelelahan menunjukkan gejala seperti penurunan tingkat aktivitas, motivasi menurun, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini berdampak pada kualitas kerja perawat kamar operasi dan berbahaya bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelelahan kerja dan kualitas tidur di kalangan perawat kamar operasi. Studi kuantitatif ini menggunakan desain korelasional, melibatkan 20 responden yang dipilih melalui teknik total sampling, yang terdiri dari seluruh perawat kamar operasi di Rumah Sakit Karsa Husada Batu. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelelahan kerja yang sedang dan kualitas tidur yang buruk di antara partisipan. Terdapat hubungan signifikan antara kelelahan kerja dan kualitas tidur, dengan nilai p 0,001 dan r = 0,682, menunjukkan korelasi yang kuat dan positif. Hal ini berarti peningkatan kelelahan kerja mengakibatkan kualitas tidur yang buruk. Aktivitas berlebihan pada perawat kamar operasi menyebabkan kelelahan kerja, yang pada gilirannya menghasilkan kualitas tidur yang buruk. Disarankan agar manajemen kamar operasi menyesuaikan jadwal shift sesuai kapasitas pekerja dan memberikan periode istirahat yang memadai untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan kualitas tidur.

Terdapat hubungan signifikan antara kelelahan kerja dan kualitas tidur pada perawat kamar operasi.Hal ini menekankan pentingnya manajemen rumah sakit dalam merancang jadwal kerja yang sesuai untuk meminimalkan kelelahan dan meningkatkan kualitas tidur perawat.Manajemen perlu mempertimbangkan pola shift atau peningkatan jumlah staf, terutama di kamar operasi, guna mencegah beban kerja berlebihan, yang krusial untuk menjaga kinerja perawat dan memastikan keselamatan pasien di lingkungan klinis bertekanan tinggi.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara kelelahan kerja dan kualitas tidur perawat di kamar operasi, serta menyarankan perubahan jadwal kerja. Untuk mengembangkan temuan ini, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam dengan beberapa cara. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti secara spesifik bagaimana berbagai pola jadwal kerja, seperti shift pagi-siang-malam atau durasi shift yang berbeda, memengaruhi tingkat kelelahan dan kualitas tidur perawat kamar operasi. Ini penting agar rumah sakit bisa menemukan pola terbaik yang tidak hanya efektif secara operasional, tetapi juga menjaga kesehatan dan kesejahteraan perawat. Kedua, setelah mengetahui bahwa kelelahan dan kualitas tidur adalah masalah, penelitian dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian program intervensi nyata. Misalnya, apakah dengan menambahkan jam istirahat yang lebih panjang, menyediakan sesi relaksasi, atau menambah jumlah perawat di shift sibuk, akan benar-benar mengurangi kelelahan dan meningkatkan kualitas tidur mereka? Menguji efektivitas intervensi semacam ini akan memberikan bukti konkret bagi manajemen rumah sakit. Ketiga, mengingat penelitian ini menggunakan kuesioner dan melibatkan jumlah perawat yang terbatas, studi di masa depan bisa menggunakan metode yang lebih canggih dan jumlah sampel yang lebih banyak. Misalnya, menggunakan alat pelacak tidur (wearable tracker) untuk mengukur kualitas tidur secara objektif, atau melakukan penelitian di beberapa rumah sakit sekaligus. Hal ini tidak hanya akan memperkuat validitas hasil, tetapi juga memungkinkan kita memahami dampak jangka panjang dari kelelahan dan kualitas tidur yang buruk terhadap kesehatan perawat serta potensi risiko terhadap keselamatan pasien. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan akurat untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi perawat kamar operasi.

Read online
File size434.34 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test