POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Sindrom Pramenstruasi (SPS) adalah kondisi yang umum dialami wanita yang mengalami menstruasi, sering dipengaruhi oleh faktor seperti kualitas tidur dan tingkat stres. Mahasiswa tahun akhir perempuan sangat rentan mengalami gangguan tidur dan stres akademik. Studi ini menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan stres akademik dengan SPS pada mahasiswa keperawatan tahun akhir di UPN Veteran Jakarta. Desain penelitian bersifat cross-sectional, dengan data dikumpulkan pada November 2024. Studi melibatkan 188 mahasiswa tahun akhir: Sarjana Keperawatan (79 responden), Diploma Keperawatan (45 responden), dan Program Pendidikan Ners (64 responden), yang dipilih melalui sampling stratifikasi. Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Student-Life Stress Inventory (SLSI), dan Shortened Premenstrual Assessment Form (SPAF) digunakan untuk mengukur kualitas tidur, stres akademik, dan SPS. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara kualitas tidur (p = 0,000; OR = 5,989) dan stres akademik (p = 0,000; OR = 28,761) dengan SPS. Mahasiswa dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko 6 kali lebih tinggi mengalami SPS berat, sedangkan yang memiliki stres akademik tinggi memiliki risiko 29 kali lebih tinggi. Studi ini menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat, seperti meningkatkan manajemen waktu untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengadopsi strategi coping untuk mengurangi stres akademik, sehingga meminimalkan keluhan SPS.

Kebanyakan mahasiswa keperawatan tahun akhir mengalami kualitas tidur buruk, stres akademik berat, dan keluhan SPS berat.Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan stres akademik dengan SPS.Mahasiswa dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko 6 kali lebih tinggi mengalami SPS berat dibandingkan yang memiliki kualitas tidur baik.Sementara itu, mahasiswa dengan stres akademik berat memiliki risiko 29 kali lebih tinggi mengalami SPS berat dibandingkan yang memiliki stres akademik ringan.Studi ini dapat menjadi referensi dalam menjaga gaya hidup, seperti manajemen waktu dan strategi coping, untuk mengurangi kejadian SPS.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh faktor lain seperti pola makan atau aktivitas fisik terhadap sindrom pramenstruasi pada mahasiswa. Selain itu, penelitian dapat mengkaji efektivitas teknik manajemen stres alternatif, seperti mindfulness atau terapi kognitif, dalam mengurangi stres akademik. Terakhir, penelitian dapat dilakukan pada kelompok mahasiswa lain, seperti program studi kesehatan lainnya, untuk memperluas generalisasi hasil.

  1. Hubungan Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Program Alih Jenjang... doi.org/10.33087/jiubj.v21i1.1345Hubungan Stres Akademik dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir Program Alih Jenjang doi 10 33087 jiubj v21i1 1345
Read online
File size438.64 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test