STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA

PROGRESSA: Journal of Islamic Religious InstructionPROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction

Pemahaman tentang hadits harus mempertimbangkan banyak aspek, seperti kebiasaan atau tradisi lingkungan di mana hadits itu dinarasikan, situasi dan kondisi pada waktu itu, bentuk ungkapan yang digunakan, klasifikasi antara sarana yang lokal-temporal dan tujuan individu, memperhatikan hadis yang memiliki tema yang sama, memastikan makna kata-kata dalam hadis, dan aspek penting lainnya adalah keberadaan Nabi dalam berbagai posisi dan fungsi, di mana peran Nabi sebagai manusia, sebagai pribadi, sebagai suami, sebagai utusan Allah, sebagai kepala negara, sebagai pemimpin masyarakat, sebagai panglima perang, dan sebagai hakim. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami hadis sesuai konteksnya; ketika dipahami secara tekstual, kontekstual, universal, berdasarkan situasi dan lokalitas, karena pemahaman yang kaku, radikal, dan statis berarti menolak keberadaan Islam sebagai shalih li kulli zaman wa makan.

Berdasarkan kajian maanil hadits di atas, pemahaman terhadap hadis makan dengan tiga jari dan menjilati jari sesudahnya sepatutnya diletakkan dalam spektrum adat kebiasaan yang berlaku pada masa Nabi saw.dengan segala keterbatasan sarana pada saat itu dan memahaminya dalam paradigma washilah (sarana) yang bersifat lokal-temporal dan ghayah (tujuan) yang bersifat abadi.Substansi terbesar dari pesan Nabi tersebut adalah memanfaatkan makanan dengan sebaik-baiknya, menjaga kebersihan dan kesehatan, serta menghargai rezeki yang diberikan Allah tanpa mengkonsumsinya secara berlebihan.Prinsip pemahaman seperti ini harus dilakukan dengan perhitungan terhadap situasi dan kondisi saat ini.

Dalam upaya memperdalam pemahaman tentang makanan dalam Islam, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut yang mengkaji pengaruh pola makan Nabi terhadap kesehatan dan kesejahteraan umat saat ini. Penelitian yang membandingkan antara pola makan sehat yang dianjurkan dalam hadits dengan pola makan modern dan implikasinya bagi kesehatan masyarakat juga perlu dilakukan. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi persepsi masyarakat terhadap implementasi sunnah makan Nabi dalam konteks kebudayaan dan kebiasaan makan saat ini.

  1. #motivasi belajar#motivasi belajar
  2. #komunikasi interpersonal#komunikasi interpersonal
Read online
File size591.98 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1F7
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test