POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3
JKEPJKEPRemaja adalah masa transisi yang ditandai oleh perubahan biologis, emosional, dan kognitif yang meningkatkan risiko mengembangkan gangguan mental-emosional seperti kecemasan, depresi, dan ketidakstabilan emosional. Laporan WHO menyatakan bahwa 10–20% remaja mengalami masalah kesehatan mental, yang dipengaruhi oleh faktor seperti konflik keluarga, tekanan teman sebaya, dan penggunaan media sosial berlebihan. Tanpa intervensi dini, gangguan ini dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang termasuk kondisi psikiatrik kronis dan risiko bunuh diri. Studi ini bertujuan menganalisis efek terapi kelompok bantuan diri (SHG) dalam mengurangi gangguan emosional dan mental pada remaja. Desain penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest digunakan. Sampel terdiri dari 76 siswa sekolah menengah pertama di Kabupaten Malang, dipilih melalui sampling total. Terapi SHG dilakukan berdasarkan Prosedur Operasional Standar Keperawatan Kesehatan Mental, yang meliputi identifikasi masalah, perencanaan, penyelesaian masalah, dan evaluasi. Intervensi dilakukan selama 17 pertemuan yang dibagi menjadi empat sesi, yang difasilitasi oleh perawat kesehatan mental terlatih dan lima fasilitator. Gangguan emosional dan mental dinilai menggunakan Pediatric Symptom Checklist-17 (PSC-17) yang valid. Peserta memiliki skor PSC ≥15 dan setuju untuk berpartisipasi penuh. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Rata-rata skor gangguan emosional dan mental berkurang dari 17,16 (SD = 5,001) sebelum intervensi menjadi 15,63 (SD = 6,092) setelahnya (p = 0,001), mencerminkan penurunan 9%. Terapi SHG secara signifikan mengurangi gangguan emosional dan mental pada remaja dan memiliki potensi untuk diimplementasikan dalam inisiatif kesehatan mental berbasis sekolah.
Terapi kelompok bantuan diri (SHG) secara signifikan mengurangi gejala gangguan emosional dan mental pada remaja.Implementasi terstruktur SHG melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, penyelesaian masalah, dan evaluasi meningkatkan keterampilan mengatasi stres, regulasi emosi, dan dukungan sosial.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SHG dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesehatan mental remaja dan mencegah dampak jangka panjang gangguan emosional.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas SHG pada kelompok usia berbeda, seperti remaja akhir atau dewasa muda, untuk memahami perbedaan respons terapi. Selain itu, studi perbandingan antara SHG dengan terapi kognitif perilaku (CBT) atau terapi mindfulness dapat memberikan wawasan tentang pendekatan terbaik untuk gangguan tertentu. Selanjutnya, penelitian jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak berkelanjutan SHG dalam mengurangi risiko gangguan mental kronis dan meningkatkan kualitas hidup remaja.
| File size | 370.88 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
USBUSB Peneliti menggunakan teknik sampling berupa purposive sampling. Hasil pengambilan data pada lapangan adalah sebanyak 128 responden namun setelah hanyaPeneliti menggunakan teknik sampling berupa purposive sampling. Hasil pengambilan data pada lapangan adalah sebanyak 128 responden namun setelah hanya
BALELITERASIBALELITERASI Bagi generasi Muslim Gen-Z, hal-hal spiritual sangat signifikan karena diyakini memiliki potensi untuk menciptakan petunjuk yang lebih terarah. PenelitianBagi generasi Muslim Gen-Z, hal-hal spiritual sangat signifikan karena diyakini memiliki potensi untuk menciptakan petunjuk yang lebih terarah. Penelitian
LLDIKTI13LLDIKTI13 Dapat disimpulkan bahwa TikTok terbukti efektif sebagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang kesehatan mental pada remaja.Dapat disimpulkan bahwa TikTok terbukti efektif sebagai media promosi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan keluarga tentang kesehatan mental pada remaja.
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Dari analisis multivariat didapatkan bahwa faktor dengan hubungan paling besar terhadap kesehatan mental adalah perilaku bullying dengan OR=5,776. SelanjutnyaDari analisis multivariat didapatkan bahwa faktor dengan hubungan paling besar terhadap kesehatan mental adalah perilaku bullying dengan OR=5,776. Selanjutnya
POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG Perilaku bullying sangat rentan terjadi pada remaja. Tingginya angka kejadian bullying pada remaja memberikan dampak negatif bagi remaja seperti gangguanPerilaku bullying sangat rentan terjadi pada remaja. Tingginya angka kejadian bullying pada remaja memberikan dampak negatif bagi remaja seperti gangguan
STAITTDSTAITTD Tujuan pendampingan ini adalah memperbaiki kemampuan membaca al-Quran pada 10 orang remaja. Kesimpulan dari kegiatan pendampingan tahsin menunjukkan bahwaTujuan pendampingan ini adalah memperbaiki kemampuan membaca al-Quran pada 10 orang remaja. Kesimpulan dari kegiatan pendampingan tahsin menunjukkan bahwa
POLIBANPOLIBAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Naive Bayes dan Decision Tree efektif dalam menganalisis sentimen, dengan akurasi sebesar 91% dan 89% masing-masing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Naive Bayes dan Decision Tree efektif dalam menganalisis sentimen, dengan akurasi sebesar 91% dan 89% masing-masing.
FIP UNGFIP UNG Materi pelatihan meliputi (1) pemahaman potensi diri, (2) risiko dan bahaya Covid-19, (3) perencanaan pribadi dan (4) pengembangan perilaku positif 3R.Materi pelatihan meliputi (1) pemahaman potensi diri, (2) risiko dan bahaya Covid-19, (3) perencanaan pribadi dan (4) pengembangan perilaku positif 3R.
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Mahasiswa tahun akhir perempuan sangat rentan mengalami gangguan tidur dan stres akademik. Studi ini menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan stresMahasiswa tahun akhir perempuan sangat rentan mengalami gangguan tidur dan stres akademik. Studi ini menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan stres
STIKESNHSTIKESNH Komplikasi diabetes yang paling umum adalah hipertensi, dengan persentase mencapai 22,7%, yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas kardiovaskularKomplikasi diabetes yang paling umum adalah hipertensi, dengan persentase mencapai 22,7%, yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas kardiovaskular
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Salah satunya adalah pola asuh dan motivasi belajar anak. Anak yang mendapatkan pola asuh yang tepat dan memiliki motivasi belajar yang baik akan memengaruhiSalah satunya adalah pola asuh dan motivasi belajar anak. Anak yang mendapatkan pola asuh yang tepat dan memiliki motivasi belajar yang baik akan memengaruhi
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelelahan kerja yang sedang dan kualitas tidur yang buruk di antara partisipan. Terdapat hubungan signifikan antaraHasil penelitian menunjukkan tingkat kelelahan kerja yang sedang dan kualitas tidur yang buruk di antara partisipan. Terdapat hubungan signifikan antara