POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3
JKEPJKEPLatar belakang penelitian ini adalah prevalensi lansia berusia 64-75 tahun dengan hipertensi pada tahun 2023 sebesar 57,8 persen, dan jumlah lansia diperkirakan mencapai 29 juta dari total populasi Indonesia pada tahun 2023. Hipertensi dapat membahayakan kehidupan lansia karena menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan serius. Kecemasan, sebagai salah satu faktor yang memperparah hipertensi pada lansia, perlu dikendalikan agar komplikasi tidak terjadi. Relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif adalah intervensi non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kombinasi terapi relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif dapat mengurangi kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan rancangan pretest-posttest satu kelompok, karena mengukur tingkat kecemasan lansia sebelum dan sesudah terapi. Responden terdiri dari 30 lansia di wilayah Desa Jatiwarna, yang dipilih menggunakan metode random sampling. Data kecemasan diperoleh menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t dependen. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 93,3 persen lansia mengalami kecemasan ringan sebelum intervensi dan menjadi 100 persen setelah intervensi. Hasil uji bivariat menggunakan uji-t dependen menunjukkan nilai p: 0,00 pada nilai sig. 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh pemberian kedua terapi terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi.
Kecemasan pada lansia, terutama yang disertai hipertensi, memerlukan penanganan yang baik karena dapat memengaruhi fungsi fisik dan psikologis, serta meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke.Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi terapi relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi.Untuk studi selanjutnya, disarankan untuk menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif guna menghasilkan temuan yang lebih mendalam dan berkualitas.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kombinasi relaksasi napas dalam dan relaksasi otot progresif sangat efektif untuk mengurangi kecemasan pada lansia penderita hipertensi. Namun, masih ada beberapa pertanyaan penting yang bisa dieksplorasi lebih lanjut agar pemahaman kita menjadi lebih lengkap dan rekomendasi intervensi bisa lebih kuat. Pertama, bagaimana pengalaman para lansia dalam menerapkan terapi kombinasi ini dalam kehidupan sehari-hari mereka? Peneliti selanjutnya dapat melakukan studi kualitatif untuk menggali secara mendalam perasaan, tantangan, dan manfaat yang dirasakan langsung oleh lansia, tidak hanya dari skor kuesioner, tetapi juga cerita pribadi mereka. Ini akan melengkapi data kuantitatif yang sudah ada dengan pemahaman konteks dan nuansa emosional yang lebih kaya, membantu merancang program yang lebih adaptif dan sesuai kebutuhan. Kedua, seberapa lama efek positif dari terapi ini bisa bertahan? Studi lanjutan dapat merancang penelitian dengan periode observasi yang lebih panjang, misalnya enam bulan atau satu tahun, untuk melihat apakah penurunan tingkat kecemasan tetap stabil atau membutuhkan intervensi berulang. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung kepatuhan jangka panjang dan mempertahankan efek terapi akan sangat krusial untuk implementasi praktis. Apakah lansia membutuhkan dukungan terus-menerus, atau mereka bisa mandiri setelah beberapa waktu? Ketiga, bagaimana jika terapi kombinasi ini dibandingkan dengan intervensi lain atau bahkan tanpa intervensi sama sekali dalam desain penelitian yang lebih ketat? Penelitian selanjutnya bisa menggunakan kelompok kontrol atau membandingkan terapi kombinasi ini dengan terapi relaksasi napas dalam saja atau relaksasi otot progresif saja. Desain ini akan membantu memastikan bahwa manfaat yang diamati benar-benar berasal dari kombinasi terapi tersebut dan bukan karena faktor lain, sehingga hasilnya menjadi lebih meyakinkan dan bisa menjadi dasar kebijakan kesehatan yang lebih kuat. Dengan demikian, kita bisa memahami posisi optimal terapi kombinasi ini dalam spektrum penanganan kecemasan pada lansia hipertensi.
| File size | 296.48 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dengan pre-test dan post-test. Subjek penelitian wanita menopause usia 45–60 tahun yang mengalamiMetode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi dengan pre-test dan post-test. Subjek penelitian wanita menopause usia 45–60 tahun yang mengalami
STIKESWILLIAMBOOTHSTIKESWILLIAMBOOTH Instrumen yang digunakan adalah kuesioner skala DASS-21 untuk mengukur stres, kecemasan, dan depresi. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan padaInstrumen yang digunakan adalah kuesioner skala DASS-21 untuk mengukur stres, kecemasan, dan depresi. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan pada
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO Morning sickness affects 70-85% of pregnant women during the first trimester. Lemon aromatherapy, combined with gingers anti-inflammatory properties andMorning sickness affects 70-85% of pregnant women during the first trimester. Lemon aromatherapy, combined with gingers anti-inflammatory properties and
JQWHJQWH 810 hasil. Dari jumlah tersebut, dipilih 26 jurnal dan artikel yang paling relevan dengan topik. Hasil: Hormon yang memengaruhi adaptasi fisiologis dan810 hasil. Dari jumlah tersebut, dipilih 26 jurnal dan artikel yang paling relevan dengan topik. Hasil: Hormon yang memengaruhi adaptasi fisiologis dan
JQWHJQWH Intervensi non-farmakologis ini dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan pada kasus hipertermia. Terapi ini memberikan kontribusi signifikanIntervensi non-farmakologis ini dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan pada kasus hipertermia. Terapi ini memberikan kontribusi signifikan
UPERTISUPERTIS Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian salad (pisang, alpukat, pepaya, yogurt) terhadap perubahan tekanan darah pasien stroke denganPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian salad (pisang, alpukat, pepaya, yogurt) terhadap perubahan tekanan darah pasien stroke dengan
JQWHJQWH Setiap menghadapi operasi selalu menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada pasien salah satunya menimbulkan kesulitan dekat dengan bayinya, murottal Al-QuranSetiap menghadapi operasi selalu menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada pasien salah satunya menimbulkan kesulitan dekat dengan bayinya, murottal Al-Quran
JQWHJQWH Hasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian buah kurma mabrum, sebagian besar (53,8%) responden mengalami morning sickness sedang. Setelah pemberianHasil penelitian menunjukkan sebelum pemberian buah kurma mabrum, sebagian besar (53,8%) responden mengalami morning sickness sedang. Setelah pemberian
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Hal ini menekankan pentingnya manajemen rumah sakit dalam merancang jadwal kerja yang sesuai untuk meminimalkan kelelahan dan meningkatkan kualitas tidurHal ini menekankan pentingnya manajemen rumah sakit dalam merancang jadwal kerja yang sesuai untuk meminimalkan kelelahan dan meningkatkan kualitas tidur
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Diary of My Bone secara signifikan meningkatkan suasana hati anak-anak, meningkatkan interaksi sosial, kepercayaan diri,Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Diary of My Bone secara signifikan meningkatkan suasana hati anak-anak, meningkatkan interaksi sosial, kepercayaan diri,
STIKESWILLIAMBOOTHSTIKESWILLIAMBOOTH Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan pola istirahat dengan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode: Jenis penelitian yangTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan pola istirahat dengan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode: Jenis penelitian yang
STIKESWILLIAMBOOTHSTIKESWILLIAMBOOTH Upaya untuk mengatasi masalah emesis gravidarum dapat dilakukan dengan cara farmakologi ataupun non farmakologi. Peneliti mencoba mencari pemecahan masalahUpaya untuk mengatasi masalah emesis gravidarum dapat dilakukan dengan cara farmakologi ataupun non farmakologi. Peneliti mencoba mencari pemecahan masalah