JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthLatar belakang: Kejang demam adalah gangguan yang muncul akibat kenaikan suhu tubuh secara abnormal (>38°C). Kejang demam sering dikaitkan dengan epilepsi dan risiko keterbelakangan mental pada anak. Hingga saat ini, penyebab pasti kejang demam pada anak belum diketahui secara pasti. Sebagian besar kasus kejang demam dikaitkan dengan demam tinggi yang terjadi akibat infeksi telinga, cacar air, tonsilitis, atau infeksi virus influenza. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan subjek dua pasien anak yang mengalami kejang demam dengan masalah keperawatan hipertermia pada hari pertama, perawatan diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan intervensi kompres hangat atau spon basah suam-suam kuku. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa masalah hipertermia dengan kompres hangat atau spon basah suam-suam kuku dapat teratasi dalam menurunkan kenaikan suhu tubuh. Analisis: Tindakan keperawatan dilakukan pada klien yang mengalami kejang demam dengan masalah utama hipertermia. Kesimpulan: Kompres hangat atau spon basah suam-suam kuku dapat digunakan di rumah sakit sebagai terapi tambahan untuk menurunkan suhu tubuh.
Kompres hangat atau spon basah suam-suam kuku efektif dalam menurunkan suhu tubuh pada anak dengan kejang demam.Intervensi non-farmakologis ini dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan pada kasus hipertermia.Terapi ini memberikan kontribusi signifikan dalam penanganan kejang demam secara komprehensif.
Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk membandingkan efektivitas kompres hangat dan spon basah suam-suam kuku terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan kejang demam menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dan desain eksperimen terkontrol. Kedua, penting untuk mengeksplorasi pengaruh intervensi non-farmakologis lainnya, seperti pemberian minum cukup, pakaian tipis, dan ventilasi ruangan, secara terintegrasi dengan kompres hangat dalam menangani hipertermia. Ketiga, diperlukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penanganan kejang demam terhadap kecemasan orang tua dan risiko kekambuhan, sehingga dapat dikembangkan pendekatan asuhan keperawatan holistik yang melibatkan edukasi keluarga secara sistematis.
| File size | 114.5 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
IJRETINAIJRETINA Meskipun terapi anti-VEGF intravitreal menjadi standar pengobatan, data real-world mengenai bevacizumab (IVB), agen yang paling tersedia di rumah sakitMeskipun terapi anti-VEGF intravitreal menjadi standar pengobatan, data real-world mengenai bevacizumab (IVB), agen yang paling tersedia di rumah sakit
JQWHJQWH Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ini layak diterapkan secara konsisten dalam pendidikanHasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode ini layak diterapkan secara konsisten dalam pendidikan
JQWHJQWH Hasil analisa data dengan uji regresi logistik pengetahuan responden diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,025 < α = 0,05. Sedangkan dukungan keluargaHasil analisa data dengan uji regresi logistik pengetahuan responden diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,025 < α = 0,05. Sedangkan dukungan keluarga
JQWHJQWH Metode yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel jurnal penelitian yang diterbitkan melalui database elektronik seperti Google Scholar,Metode yang digunakan adalah literature review dengan mencari artikel jurnal penelitian yang diterbitkan melalui database elektronik seperti Google Scholar,
JQWHJQWH Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu sebab remaja putri tidak melakukan penanganan sindrom premenstruasi dengan baik.Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu sebab remaja putri tidak melakukan penanganan sindrom premenstruasi dengan baik.
JQWHJQWH Remaja adalah masa yang krusial, di mana remaja akan menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah seks pra-nikah yang dapat menyebabkan masalah dalamRemaja adalah masa yang krusial, di mana remaja akan menghadapi berbagai masalah, salah satunya adalah seks pra-nikah yang dapat menyebabkan masalah dalam
JQWHJQWH Analisis bivariat untuk melihat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat signifikanAnalisis bivariat untuk melihat pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat signifikan
JQWHJQWH Penelitian menggunakan rancangan survey deskriptif, dengan bantuan google form. Populasi adalah seluruh mahasiswa kebidanan di provinsi Jawa Tengah denganPenelitian menggunakan rancangan survey deskriptif, dengan bantuan google form. Populasi adalah seluruh mahasiswa kebidanan di provinsi Jawa Tengah dengan
Useful /
ALMAATAALMAATA Beberapa penelitian vitamin D dan vitamin C menunjukkan kecendrungan variasi pro dan kontra dalam peningkatan sensitivitas insulin penderita Diabetes Melitus.Beberapa penelitian vitamin D dan vitamin C menunjukkan kecendrungan variasi pro dan kontra dalam peningkatan sensitivitas insulin penderita Diabetes Melitus.
DOKICTIDOKICTI Sampel penelitian berjumlah 15 mahasiswa yang dipilih dengan metode probability sampling. Responden yang telah terpilih akan diberikan terapi dengan modulSampel penelitian berjumlah 15 mahasiswa yang dipilih dengan metode probability sampling. Responden yang telah terpilih akan diberikan terapi dengan modul
DOKICTIDOKICTI Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental Non Equivalent Control Group Design (Nonrandomized pretest-posttest ControlPenelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental Non Equivalent Control Group Design (Nonrandomized pretest-posttest Control
JQWHJQWH Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti, terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan, yaitu bahwa keaktifan ibu dapat mencapai 100%Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti, terdapat kesenjangan antara harapan dan kenyataan, yaitu bahwa keaktifan ibu dapat mencapai 100%