POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3

JKEPJKEP

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak telemonitoring terhadap distress diabetes pada pasien diabetes tipe II di wilayah perbatasan. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental pre-post test tanpa kelompok kontrol, melibatkan 22 responden yang dipilih melalui sampling berturut-turut. Pengukuran distress diabetes menggunakan versi Indonesia dari Diabetes Distress Scale 17 (DDS17). Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata distress diabetes sebelum intervensi adalah 2,82, yang menurun menjadi 1,86 setelah intervensi. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05), menunjukkan efektivitas telemonitoring dalam mengurangi distress diabetes pada pasien diabetes tipe II di wilayah perbatasan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa telemonitoring dapat dianggap sebagai salah satu intervensi berbasis teknologi melalui panggilan telepon untuk mengurangi tingkat distress pada pasien diabetes tipe II.Telemonitoring adalah praktik penggunaan teknologi untuk memberikan layanan kesehatan jarak jauh, dan hasil penelitian ini menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi distress diabetes.Saran penelitian lanjutan dapat mencakup penambahan ukuran sampel dan kelompok kontrol untuk mengevaluasi efektivitas telemonitoring terhadap kesehatan mental pasien diabetes tipe II.

Untuk meningkatkan efektivitas telemonitoring, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan aplikasi mobile atau perangkat wearable untuk memantau kondisi pasien secara real-time. Selain itu, penelitian bisa membandingkan dampak telemonitoring dengan metode pendidikan kesehatan tradisional untuk mengetahui manfaat tambahan teknologi dalam mengelola distress diabetes. Terakhir, penelitian juga dapat mengevaluasi peran dukungan keluarga dalam memperkuat efek telemonitoring melalui pendekatan komunikasi dua arah yang lebih intensif.

Read online
File size262.19 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test