STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI
WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery JournalAbnormal vaginal discharge remains a common reproductive health problem among adolescent girls and is closely associated with vulva hygiene behavior. Adolescent girls with mild intellectual disabilities (educable understanding and applying appropriate reproductive health practices, increasing their risk of poor genital hygiene. This study aimed to analyze the relationship between vulva hygiene behavior and the incidence of abnormal vaginal discharge among educable intellectually disabled adolescent girls at SMAKH Kota Tangerang. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. A total of 54 respondents were selected using probability sampling with a simple random sampling approach. Data were collected through structured interviews using questionnaires on vulva hygiene behavior and abnormal vaginal discharge. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with Fishers Exact test as an alternative to the chi-square test, along with Cramers V to assess the strength of association. The results showed that most respondents were 15 years old (46.3%) and in grade X (46.3%). The majority of respondents had poor vulva hygiene behavior (40.7%), and 57.4% experienced abnormal vaginal discharge. Among respondents with good vulva hygiene behavior, most experienced normal vaginal discharge (69.2%), whereas respondents with poor vulva hygiene behavior predominantly experienced abnormal vaginal discharge (86.4%). Statistical analysis demonstrated a significant relationship between vulva hygiene behavior and the incidence of abnormal vaginal discharge (p=0.001) with a strong association (Cramers V=0.53). These findings highlight the importance of reproductive health education and assistance in proper vulva hygiene practices for educable intellectually disabled adolescent girls as promotive and preventive efforts to reduce the risk of abnormal vaginal discharge.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan abnormal pada remaja putri tunagrahita mampu didik di SMAKH Kota Tangerang.Remaja dengan perilaku vulva hygiene yang kurang memiliki proporsi kejadian keputihan abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja dengan perilaku vulva hygiene baik.Kekuatan hubungan yang tergolong kuat menunjukkan bahwa perilaku kebersihan organ reproduksi merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan reproduksi pada remaja berkebutuhan khusus.Temuan penelitian ini menegaskan bahwa remaja putri tunagrahita mampu didik merupakan kelompok yang memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap masalah kesehatan reproduksi akibat keterbatasan kemampuan kognitif, pemahaman kesehatan, dan keterampilan self-care.Oleh karena itu, penelitian ini memiliki nilai kebaruan (novelty) karena secara khusus mengkaji hubungan perilaku vulva hygiene dan kejadian keputihan abnormal pada populasi remaja disabilitas intelektual yang masih jarang diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, serta orang tua perlu meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi yang lebih adaptif, sederhana, dan berkelanjutan sesuai kemampuan kognitif remaja tunagrahita mampu didik. Pendampingan dalam praktik kebersihan diri, terutama saat menstruasi, juga diperlukan untuk membantu menurunkan risiko keputihan abnormal. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain seperti pola menstruasi, penggunaan produk kebersihan kewanitaan, kondisi hormonal, dukungan keluarga, dan tingkat kemandirian remaja, serta menggunakan desain longitudinal atau intervensi dengan validasi klinis agar diperoleh gambaran hubungan yang lebih komprehensif dan mendalam.
- PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI | Maysaroh | JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati). pengetahuan... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kebidanan/article/view/3582PENGETAHUAN TENTANG KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Maysaroh JKM Jurnal Kebidanan Malahayati pengetahuan ejurnalmalahayati ac index php kebidanan article view 3582
- A Correlation Study of Vaginal Hygiene Behaviors and the Presence of Candida sp. in Bathroom Water with... doi.org/10.20473/jkl.v11i3.2019.215-224A Correlation Study of Vaginal Hygiene Behaviors and the Presence of Candida sp in Bathroom Water with doi 10 20473 jkl v11i3 2019 215 224
| File size | 216.36 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Meningkatnya penggunaan media digital sebagai sumber informasi kesehatan menunjukkan pentingnya literasi kesehatan digital dalam membantu ibu hamil mengakses,Meningkatnya penggunaan media digital sebagai sumber informasi kesehatan menunjukkan pentingnya literasi kesehatan digital dalam membantu ibu hamil mengakses,
STIKESMITRAKELUARGASTIKESMITRAKELUARGA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jumlah sel leukosit pada siswi yang mengonsumsi susu kambing tinggi protein dan siswi yang tidakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jumlah sel leukosit pada siswi yang mengonsumsi susu kambing tinggi protein dan siswi yang tidak
UGMUGM Krisis energi global yang disebabkan oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil telah mempercepat pencarian sumber energi terbarukan dan berkelanjutan,Krisis energi global yang disebabkan oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil telah mempercepat pencarian sumber energi terbarukan dan berkelanjutan,
UGMUGM Sebaliknya, penambahan PP-g-MA secara signifikan meningkatkan dispersi partikel clay, menghasilkan mikrostruktur yang lebih homogen. Compatibilizer jugaSebaliknya, penambahan PP-g-MA secara signifikan meningkatkan dispersi partikel clay, menghasilkan mikrostruktur yang lebih homogen. Compatibilizer juga
UGMUGM The azo-Schiff base ligand coordinates toward the Cu(II) ion in octahedral geometry and Ag(I) ion in tetrahedral geometry, whereas the Au(III) ion givesThe azo-Schiff base ligand coordinates toward the Cu(II) ion in octahedral geometry and Ag(I) ion in tetrahedral geometry, whereas the Au(III) ion gives
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Penerapan metode ini direkomendasikan sebagai strategi peningkatan keberhasilan menyusui dalam pelayanan kebidanan. Model COC yang memadukan edukasi danPenerapan metode ini direkomendasikan sebagai strategi peningkatan keberhasilan menyusui dalam pelayanan kebidanan. Model COC yang memadukan edukasi dan
STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN Saran yang dapat kami sampaikan setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan PemberianSaran yang dapat kami sampaikan setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan Pemberian
EDUKALIAEDUKALIA Kelompok relaksasi nafas dalam 10,41. Dengan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa senam dysmenorrhoea lebih efektif dalam menurunkan intensitas rasa nyeriKelompok relaksasi nafas dalam 10,41. Dengan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa senam dysmenorrhoea lebih efektif dalam menurunkan intensitas rasa nyeri
Useful /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Ibu dengan persalinan pervaginam dan dukungan keluarga yang baik lebih mungkin memberikan ASI eksklusif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan ASI eksklusifIbu dengan persalinan pervaginam dan dukungan keluarga yang baik lebih mungkin memberikan ASI eksklusif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan ASI eksklusif
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Bidan perlu memastikan bahwa setiap kunjungan ANC dilakukan sesuai standar pelayanan yang berlaku, meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjangBidan perlu memastikan bahwa setiap kunjungan ANC dilakukan sesuai standar pelayanan yang berlaku, meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang
GRAHAMITRAGRAHAMITRA Hal tersebut memudahkan pihak perusahaan dalam menentukan pemilihan security officer dengan cara yang tepat, cepat, dan akurat. Penelitian menunjukkanHal tersebut memudahkan pihak perusahaan dalam menentukan pemilihan security officer dengan cara yang tepat, cepat, dan akurat. Penelitian menunjukkan
EDUKALIAEDUKALIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisasi dasar pada bayi 12-24 bulan di Desa Majasari WilayahPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi status kelengkapan imunisasi dasar pada bayi 12-24 bulan di Desa Majasari Wilayah