STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery Journal

Pemberian ASI yang benar merupakan praktik fisiologis yang esensial bagi kesehatan ibu dan bayi, khususnya pada periode awal kehidupan. Namun, keberhasilan menyusui tidak hanya ditentukan oleh ketepatan waktu, melainkan juga oleh pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan ibu dalam menerapkan teknik menyusui yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. S melalui penerapan teknik menyusui sejak masa kehamilan hingga nifas sebagai upaya persiapan laktasi. Keunikan penelitian ini terletak pada penerapan edukasi dan demonstrasi teknik menyusui secara berkesinambungan lintas periode pelayanan kebidanan serta evaluasi objektif menggunakan beberapa instrumen penilaian. Asuhan dilakukan di Desa Simataniari, Kabupaten Hasundutan, Sumatera Utara, tahun 2025, meliputi masa kehamilan trimester akhir, persalinan, nifas, bayi baru lahir, neonatus, hingga pelayanan keluarga berencana. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu (skor 10 menjadi 16), self-efficacy menyusui berdasarkan BSES-SF (skor 36 menjadi 59), keterampilan menyusui berdasarkan skor LATCH (skor 6 menjadi 10), serta pemahaman teknik menyusui (skor 23 menjadi 39). Selama proses laktasi tidak ditemukan komplikasi seperti puting lecet maupun bendungan payudara. Temuan ini menunjukkan bahwa pendampingan dengan edukasi dan demonstrasi teknik menyusui secara terintegrasi efektif dalam mendukung proses laktasi yang nyaman, aman, dan berkelanjutan. Penerapan metode ini direkomendasikan sebagai strategi peningkatan keberhasilan menyusui dalam pelayanan kebidanan.

Model COC yang memadukan edukasi dan demonstrasi teknik menyusui berpotensi kuat meningkatkan kualitas laktasi dan capaian ASI eksklusif di tingkat desa.Penelitian ini diharapkan menjadi model operasional yang dapat direplikasi pada wilayah lain di Indonesia, selaras Ten Steps/BFHI.

Penelitian ini menunjukkan keberhasilan pendekatan asuhan kebidanan berkelanjutan (COC) yang dikombinasikan dengan edukasi dan demonstrasi teknik menyusui pada satu ibu. Untuk memperkuat temuan ini, penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan cakupan yang lebih luas, misalnya dalam bentuk uji coba terkontrol secara acak (RCT) di beberapa desa atau fasilitas kesehatan. Ini akan membantu kita memahami apakah metode ini efektif secara konsisten di berbagai latar belakang dan populasi ibu yang lebih besar. Selain itu, studi ini baru melihat hasil hingga sekitar enam minggu setelah melahirkan. Penting untuk meneliti dampak jangka panjang dari asuhan berkelanjutan ini terhadap keberhasilan ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan, bahkan sampai dua tahun, serta dampaknya pada kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi secara keseluruhan. Apakah bayi yang mendapatkan asuhan ini memiliki risiko penyakit yang lebih rendah atau tumbuh lebih optimal? Terakhir, mengingat pentingnya dukungan, penelitian bisa fokus pada pengembangan intervensi yang melibatkan peran aktif keluarga, khususnya suami, dalam mendukung proses menyusui. Bisa juga dicari tahu bagaimana teknologi digital, seperti aplikasi seluler, dapat melengkapi atau memperkuat layanan COC yang sudah ada, misalnya dengan memberikan informasi atau dukungan virtual secara rutin, sehingga asuhan dapat menjangkau lebih banyak ibu dengan efektif dan efisien. Ini bisa jadi solusi untuk menjembatani keterbatasan waktu atau jarak, menjadikan dukungan laktasi semakin mudah diakses.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... internationalbreastfeedingjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13006-019-0235-8Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site internationalbreastfeedingjournal biomedcentral articles 10 1186 s13006 019 0235 8
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... bmcresnotes.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13104-019-4656-7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site bmcresnotes biomedcentral articles 10 1186 s13104 019 4656 7
  3. HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN TEKNIK PEMBERIAN ASI SECARA EKSLUSIF | JURNAL EDUCATION... doi.org/10.37081/ed.v11i2.4469HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU MENYUSUI DENGAN TEKNIK PEMBERIAN ASI SECARA EKSLUSIF JURNAL EDUCATION doi 10 37081 ed v11i2 4469
Read online
File size237.99 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test