STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery Journal

Nutrisi yang diberikan melalui Air Susu Ibu (ASI) memiliki implikasi substansial terhadap kualitas perkembangan seorang anak. Observasi yang dilakukan di Ruang Nifas RSUD Klungkung mengindikasikan bahwa beberapa ibu menyusui tidak memberikan kolostrum kepada bayi mereka, hal ini terjadi cukup sering. Faktor-faktor yang melatar belakangi tidak diberikannya kolostrum antara lain adalah karena faktor pengetahuan, pendidikan, dan dukungan keluarga. Penelitian ini merupaka penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional. Responden sejumlah 80 ibu pascasalin yang dipilih dengan teknik purposive sampling di RSUD Kabupaten Klungkung selama periode Maret-April 2025. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis univariat difokuskan pada distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan responden menunjukkan tingkat pengetahuan cukup yaitu 66 ibu (82,5%), latar belakang pendidikan SMA yaitu 66 ibu (82,5%), dan dukungan keluarga yang dinilai cukup yaitu 50 ibu (62,5%). Analisis statistik menggunakan Uji Rank-Spearman didapatkan nilai 0,001 (p<0,05). Hasil ini mengindikasikan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu, pendidikan ibu dan dukungan keluarga dengan praktik pemberian kolostrum pada hari pertama kelahiran di ruang nifas RSUD Kabupaten Klungkung. Diharapkan tenaga kesehatan secara rutin memberikan edukasi dan penyuluhan kepada ibu menyusui dalam peningkatan pemberian kolostrum pada hari pertama kelahiran.

Sebagian besar ibu nifas memiliki pengetahuan cukup, pendidikan SMA, dan dukungan keluarga cukup.Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu, pendidikan, serta dukungan keluarga dengan praktik pemberian kolostrum pada hari pertama kelahiran di ruang nifas RSUD Kabupaten Klungkung.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pemberian pelayanan pada ibu menyusui untuk meningkatkan pemberian kolostrum pada hari pertama kelahiran.

1. Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak program edukasi berbasis teknologi informasi terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang manfaat kolostrum. 2. Studi lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi peran faktor budaya lokal dalam keputusan pemberian kolostrum oleh ibu menyusui. 3. Penelitian dapat dikembangkan untuk mengukur efektivitas intervensi dukungan keluarga intensif dalam meningkatkan kepatuhan ibu dalam pemberian kolostrum pada bayi.

Read online
File size220.72 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test