STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery Journal

Disminorea merupakan salah satu gangguan yang sering dialami remaja putri saat menstruasi, yang ditandai dengan nyeri di perut bagian bawah. Penanganan disminorea secara non-farmakologis, salah satunya adalah dengan menggunakan aromaterapi lemon yang mengandung senyawa limonene yang dapat menghambat kerja prostaglandin dan memberikan efek relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap intensitas nyeri disminorea pada remaja di Asrama Nurul Qoni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo. Metode yang digunakan adalah quasy experiment dengan desain two group pretest-posttest. Sampel berjumlah 60 orang, dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 30 orang. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil penelitian diperoleh bahwa rerata skala nyeri sebelum intervensi pada kelompok intervensi adalah 3,67 dan setelah intervensi menurun menjadi 0,53. Pada kelompok kontrol, rerata nyeri hanya sedikit berubah dari 4,10 menjadi 2,87. Uji statistic Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan intensitas nyeri disminorea. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aromaterapi lemon efektif menurunkan nyeri disminorea dan dapat dijadikan sebagai terapi non-farmakologis bagi remaja putri.

Lemon aromaterapi efektif sebagai alternatif terapi non-farmakologis untuk menurunkan intensitas nyeri disminorea pada remaja putri.Dengan demikian, aromaterapi lemon dapat digunakan sebagai terapi pendamping untuk mengurangi keluhan nyeri haid.Bagi penderita disminorea, penting untuk mengetahui tanda-tanda seperti pusing atau badan lemas dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.Petugas kesehatan juga perlu menambah informasi tentang pengobatan non-farmakologi menggunakan aromaterapi lemon untuk menurunkan nyeri disminorea pada remaja.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas kombinasi aromaterapi lemon dengan teknik relaksasi lain, seperti meditasi atau yoga, untuk meningkatkan efek penurunan nyeri disminorea. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif antara aromaterapi lemon dengan metode non-farmakologis lainnya, seperti pemanasan atau kompres, untuk mengetahui metode terbaik dalam mengatasi nyeri disminorea. Penelitian juga dapat mengkaji efek jangka panjang penggunaan aromaterapi lemon pada remaja, terutama dalam konteks pengelolaan stres dan kesehatan mental selama masa menstruasi. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan terapi non-farmakologis yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

  1. JAB - Jurnal Akademik STIK Bina Husada. jab jurnal akademik stik bina husada stikba wadah publikasi berkomitmen... doi.org/10.36565/jab.v7i2.78JAB Jurnal Akademik STIK Bina Husada jab jurnal akademik stik bina husada stikba wadah publikasi berkomitmen doi 10 36565 jab v7i2 78
  2. REVIEW ARTICLE : AROMATERAPI SEBAGAI TERAPI STRES DAN GANGGUAN KECEMASAN | Jurnal Buana Farma. review... journal.ubpkarawang.ac.id/mahasiswa/index.php/buanafarma/article/view/396REVIEW ARTICLE AROMATERAPI SEBAGAI TERAPI STRES DAN GANGGUAN KECEMASAN Jurnal Buana Farma review journal ubpkarawang ac mahasiswa index php buanafarma article view 396
  3. Penatalaksanaan Dismenore Primer pada Remaja dengan Pemberian Jus Wortel dan Air Kelapa Hijau | Dewi... journal.ugm.ac.id/jkr/article/view/76888Penatalaksanaan Dismenore Primer pada Remaja dengan Pemberian Jus Wortel dan Air Kelapa Hijau Dewi journal ugm ac jkr article view 76888
Read online
File size169.1 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test