STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI
WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery JournalLatar Belakang: Menarche atau haid pertama merupakan satu di antara peristiwa penting dalam kehidupan remaja putri. Banyak remaja merasa terkejut, bingung, dan cemas saat mengalaminya karena kurangnya pengetahuan tentang perubahan fisiologis tubuh dan menstruasi. Selain berisiko menyebabkan anemia, rendahnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual juga bisa memicu kehamilan pranikah, penguguran kehamilan tidak aman, serta penularan penyakit menular seksual (PMS), seperti HIV/AIDS. Metode: Metode penelitian yang digunakan ialah studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di MIN 1 Kota Bengkulu dengan sample yaitu siswi kelas 5 yang belum pernah mengalami menarche yang berjumlah 74 orang. Sample diambil menggunakan total sampling. Hasil: Analisis mengungkapkan sebagian besar (55,4%) responden tidak memiliki kesiapan mengalami menarche. Hasil uji bivariat membuktikan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche. P value 0,000. Hasil tersebut mengungkapkan pula adanya hubungan signifikan antara sikap dan kesiapan gadis remaja dalam mengalami menarche di MIN 1 Kota Bengkulu dengan p-value 0,013. Kesimpulan: Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh istitusi pendidikan untuk bekerja sama dalam pemberian edukasi dan persiapan menghadapi menarche bagi siswi sehingga siswi dapat lebih siap menghadapi menarche dan kesehatan reproduksi lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan juga bisa sebagai landasan untuk penelitian tentang kesiapan gadis remaja menghadapi menarche selanjutnya.
Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar dari 74 responden siswi MIN 1 Kota Bengkulu belum siap menghadapi menarche, dan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan serta sikap dengan kesiapan mereka.Hasil ini menekankan pentingnya institusi pendidikan untuk menyediakan edukasi dan persiapan menarche guna meningkatkan kesiapan siswi serta kesehatan reproduksi.Studi ini juga diharapkan menjadi dasar rujukan untuk penelitian lanjutan mengenai kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche.
Penelitian ini telah mengungkap hubungan penting antara pengetahuan dan sikap dengan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche, namun ada banyak aspek yang belum terjelajahi untuk memperdalam pemahaman kita. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa arah yang lebih spesifik dan mendalam. Pertama, mengingat temuan bahwa kesiapan tidak hanya dipengaruhi faktor kognitif, penelitian dapat dilakukan untuk mengkaji secara lebih mendalam peran faktor psikologis, dukungan orang tua, dan interaksi dengan teman sebaya dalam membentuk kesiapan mental dan emosional remaja putri menghadapi menarche. Misalnya, bagaimana pola komunikasi orang tua tentang kesehatan reproduksi mempengaruhi tingkat kecemasan atau kenyamanan remaja? Ini bisa dieksplorasi melalui studi kualitatif untuk mendapatkan wawasan yang lebih kaya. Kedua, untuk menindaklanjuti saran praktis bagi institusi pendidikan, sebuah studi intervensi bisa dirancang untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi komprehensif yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun sikap positif dan keterampilan mengatasi perubahan fisik dan emosional. Program tersebut dapat diuji coba dengan membandingkan kelompok intervensi dan kontrol untuk melihat dampak nyata pada kesiapan dan perilaku kesehatan reproduksi. Ketiga, mengingat penelitian ini bersifat potong lintang, studi longitudinal yang mengikuti siswi dari sebelum menarche hingga beberapa tahun setelahnya akan sangat berharga. Ini akan membantu kita memahami bagaimana tingkat kesiapan awal berkorelasi dengan pengalaman menstruasi pertama dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi jangka panjang, serta apakah ada faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kesiapan seiring waktu. Dengan demikian, penelitian mendatang dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menyiapkan generasi muda menghadapi salah satu fase penting dalam kehidupan mereka.
| File size | 160.42 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Latar Belakang: Penyebab remaja putri mengalami anemia, dikarenakan adanya beberapa faktor seperti mengalami menstruasi. Oleh karena itu, remaja putriLatar Belakang: Penyebab remaja putri mengalami anemia, dikarenakan adanya beberapa faktor seperti mengalami menstruasi. Oleh karena itu, remaja putri
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Metode: Penelitian quasy eksperimental melalui desain pretest-posttest control group dengan membagi responden ke dalam kelompok intervensi dan kelompokMetode: Penelitian quasy eksperimental melalui desain pretest-posttest control group dengan membagi responden ke dalam kelompok intervensi dan kelompok
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Penelitian menggunakan desain kuantitatif retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 1. 894 balita dengan sampel sebanyak 78 responden yang dipilih menggunakanPenelitian menggunakan desain kuantitatif retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 1. 894 balita dengan sampel sebanyak 78 responden yang dipilih menggunakan
UGMUGM Sensor terdiri dari elemen pengenal, elemen transduksi, dan pengolah sinyal untuk mendeteksi MAPA dan mencatat konsentrasinya secara kimia. Berbagai sensorSensor terdiri dari elemen pengenal, elemen transduksi, dan pengolah sinyal untuk mendeteksi MAPA dan mencatat konsentrasinya secara kimia. Berbagai sensor
UGMUGM Krisis energi global yang disebabkan oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil telah mempercepat pencarian sumber energi terbarukan dan berkelanjutan,Krisis energi global yang disebabkan oleh ketergantungan pada bahan bakar fosil telah mempercepat pencarian sumber energi terbarukan dan berkelanjutan,
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Model COC yang memadukan edukasi dan demonstrasi teknik menyusui berpotensi kuat meningkatkan kualitas laktasi dan capaian ASI eksklusif di tingkat desa.Model COC yang memadukan edukasi dan demonstrasi teknik menyusui berpotensi kuat meningkatkan kualitas laktasi dan capaian ASI eksklusif di tingkat desa.
JQWHJQWH Hasil peneilitian analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai ρ value 0,001, ada perbedaan antara elektif sc dengan cito sc terhadapHasil peneilitian analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai ρ value 0,001, ada perbedaan antara elektif sc dengan cito sc terhadap
JQWHJQWH Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakanPopulasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di Pondok Pesantren Sukamiskin Bandung, dengan sampel sebanyak 52 responden yang dipilih menggunakan
Useful /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Storytelling merupakan kegiatan bercerita baik dengan media buku atau menggunakan media lainnya seperti boneka, gambar, multimedia, bahkan tidak menggunakanStorytelling merupakan kegiatan bercerita baik dengan media buku atau menggunakan media lainnya seperti boneka, gambar, multimedia, bahkan tidak menggunakan
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case-control melibatkan 54 responden (16 kasus (balita stunting) dan 38 kontrol (balita tidak stunting),Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case-control melibatkan 54 responden (16 kasus (balita stunting) dan 38 kontrol (balita tidak stunting),
UNIDAUNIDA Meskipun Exchange Traded Funds (ETFs) Syariah memiliki potensi besar sebagai instrumen investasi berdasarkan prinsip-prinsip Syariah, perkembangannya diMeskipun Exchange Traded Funds (ETFs) Syariah memiliki potensi besar sebagai instrumen investasi berdasarkan prinsip-prinsip Syariah, perkembangannya di
JQWHJQWH Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling technique. Instrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukurTeknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling technique. Instrumen penelitian terdiri dari alat ukur digital untuk mengukur