STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery Journal

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih banyak ditemukan pada balita di Indonesia. Praktik pengasuhan orang tua, terutama dalam pemenuhan gizi, perawatan kesehatan, dan stimulasi tumbuh kembang anak Menjadi faktor penting dalam menentukan kejadian stanting Balita. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sindang Sono, Kabupaten Tangerang tahun 2025. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan case-control melibatkan 54 responden (16 kasus (balita stunting) dan 38 kontrol (balita tidak stunting), yang dipilih dengan teknik quota sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Status stunting ditentukan berdasarkan indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) sesuai standar antropometri WHO, dikategorikan stunting apabila nilai z-score < -2 SD. Analis menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Sebagian besar responden menerapkan pola asuh demokratis (59,2%), dan pola asuh non-demokratis sebesar 40,8%. Balita yang mengalami stunting berjumlah 16 anak (29,6%), sedangkan 38 anak (70,4%) tidak stunting. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan kejadian stunting (p=0,031). Nilai OR=2,444 (95% CI: 1,149–5,326) menunjukkan bahwa balita dengan pola asuh non-demokratis memiliki peluang 2,44 kali lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita dengan pola asuh demokratis. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dan kejadian stunting pada balita. Penguatan edukasi pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pemantauan pertumbuhan anak perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara praktik pengasuhan orang tua dan status stunting pada balita di Desa Sindang Sono, Kabupaten Tangerang.Balita yang memperoleh pola asuh non-demokratis lebih besar mengalami stunting dibandingkan balita yang memperoleh pola asuh demokratis.Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan penguatan edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh responsif, pemenuhan gizi, dan pemantauan pertumbuhan anak melalui pelayanan kesehatan di tingkat komunitas.

Penelitian lanjutan disarankan untuk mengembangkan studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan mempertimbangkan faktor lain seperti sanitasi lingkungan, riwayat penyakit infeksi, tingkat pendidikan orang tua, serta kondisi sosial ekonomi. Selain itu, penelitian dapat fokus pada dampak spesifik dari metode pengasuhan responsif terhadap peningkatan status gizi balita. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran komunitas dan layanan kesehatan dalam mendukung praktik pengasuhan yang optimal untuk pencegahan stunting.

  1. Socio-Cultural Study of Nutrition in Families of Stunted Toddlers in Coastal Communities in Jember Regency... e-journal.unair.ac.id/PROMKES/article/view/51858Socio Cultural Study of Nutrition in Families of Stunted Toddlers in Coastal Communities in Jember Regency e journal unair ac PROMKES article view 51858
  2. The Association of Food Security, Parenting Patterns, and Nutritional Adequacy Levels with Stunting among... e-journal.unair.ac.id/AMNT/article/view/63157The Association of Food Security Parenting Patterns and Nutritional Adequacy Levels with Stunting among e journal unair ac AMNT article view 63157
Read online
File size200.63 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test