MULYALITERASIMULYALITERASI

Diksi: Jurnal Pendidikan dan LiterasiDiksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi

Kajian penelitian ini didasarkan pada hambatan yang diamati pada TK Al Misbah Cibulan Cidahu dalam pengelolaan emosi dan interaksi sebaya. Salah satu penyebabnya adalah strategi yang belum sesuai dan fasilitas yang kurang memadai. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan telaah dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru, peserta didik, dan orang tua. Temuan penelitian mencakup tiga fokus utama, yaitu karakteristik lingkungan belajar yang mendukung perkembangan sosial emosional, faktor internal dan eksternal yang menjadi pendukung atau penghambat transformasi ini, dan strategi yang dapat digunakan pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, empatik, dan inklusif.

Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan belajar di TK Al Misbah terdiri dari tiga aspek utama, yakni lingkungan fisik, sosial, dan psikologis.Lingkungan fisik sudah cukup memadai namun masih membutuhkan sarana bermain yang lebih variatif dan aman.Lingkungan sosial ditandai oleh interaksi positif antara guru dan siswa, meskipun belum semua guru menerapkan pendekatan pembelajaran yang responsif terhadap emosi anak.Sementara itu, lingkungan psikologis sudah menciptakan suasana kelas yang hangat, tetapi belum sepenuhnya mampu mendukung keterampilan regulasi emosi anak.Faktor pendukung transformasi sosial emosional anak mencakup kepedulian guru, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana, kurangnya pelatihan guru, dan ketiadaan program khusus pengembangan sosial emosional.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih holistik dan efektif dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar di lembaga PAUD. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas pembelajaran sosial emosional dan pengembangan kurikulum yang secara eksplisit mengintegrasikan penguatan sosial emosional. Dengan demikian, lembaga PAUD dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, empatik, dan inklusif, sehingga anak usia dini dapat mengembangkan kemampuan sosial emosional yang optimal dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan perlu difokuskan pada pengembangan program pengembangan sosial emosional yang lebih terarah dan efektif, serta peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan.

  1. #peserta didik#peserta didik
  2. #audio visual#audio visual
Read online
File size212.97 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2ix
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test