STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI
WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery JournalLatar Belakang: Bayi baru lahir mengalami kehilangan panas sekitar empat kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Dalam 30 menit pertama setelah lahir, suhu tubuh bayi dapat menurun sebesar 3–4°C. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas Skin Wrap dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan two-group pretest–posttest yang terbagi kelompok Skin Wrap (n = 18) dan kelompok Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (n = 18). Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital, sedangkan data observasi dikumpulkan menggunakan lembar observasi terstandar. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, dan analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Result: Skin Wrap rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,64°C menjadi 36,91°C. IMD rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,66°C menjadi 36,68°C. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan berbedaan statistik dengan nilai intervensi (p = 0,021), yang menunjukkan bahwa Skin Wrap lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi baru lahir dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kesimpulan: Skin Wrap secara signifikan lebih efektif dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, Skin Wrap dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi perawatan termal yang efektif untuk mengurangi risiko hipotermia neonatal.
Skin Wrap secara signifikan lebih efektif dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir.Oleh karena itu, Skin Wrap dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi perawatan termal yang efektif untuk mengurangi risiko hipotermia neonatal.Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi kombinasi metode Skin Wrap dan IMD, serta faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi efektivitas intervensi.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas kombinasi Skin Wrap dan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia serta meningkatkan stabilitas fisiologis bayi baru lahir. Selain itu, penting untuk mengevaluasi pengaruh faktor lingkungan seperti suhu ruangan bersalin dan metode perawatan neonatal lainnya terhadap hasil intervensi. Penelitian juga dapat memperluas sampel dan durasi observasi untuk memastikan generalisasi hasil pada berbagai kondisi klinis.
| File size | 240.97 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Pelayanan ANC yang berkualitas akan meningkatkan peluang deteksi dini komplikasi kehamilan sehingga risiko preeklampsia dapat diminimalkan. Lama waktuPelayanan ANC yang berkualitas akan meningkatkan peluang deteksi dini komplikasi kehamilan sehingga risiko preeklampsia dapat diminimalkan. Lama waktu
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Prevalence Odds Ratio (POR) dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Prevalensi stunting sebesar 31. 8%.Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Prevalence Odds Ratio (POR) dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Prevalensi stunting sebesar 31. 8%.
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Masalah gizi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2023, prevalensi balita gizi kurang di Jawa Tengah mencapaiMasalah gizi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2023, prevalensi balita gizi kurang di Jawa Tengah mencapai
UGMUGM Kenaikan global bakteri resisten antibiotik menimbulkan tantangan kesehatan kritis, mengharuskan penemuan agen antibakteri baru. Dalam studi ini, tigaKenaikan global bakteri resisten antibiotik menimbulkan tantangan kesehatan kritis, mengharuskan penemuan agen antibakteri baru. Dalam studi ini, tiga
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Hasil penelitian menunjukkan responden menunjukkan tingkat pengetahuan cukup yaitu 66 ibu (82,5%), latar belakang pendidikan SMA yaitu 66 ibu (82,5%),Hasil penelitian menunjukkan responden menunjukkan tingkat pengetahuan cukup yaitu 66 ibu (82,5%), latar belakang pendidikan SMA yaitu 66 ibu (82,5%),
APPERTANIAPPERTANI Pada percobaan yang pertama, faktor utama merupakan kadar substrat CM 1, 2, dan 3%, sedangkan sub-faktor adalah waktu inkubasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7Pada percobaan yang pertama, faktor utama merupakan kadar substrat CM 1, 2, dan 3%, sedangkan sub-faktor adalah waktu inkubasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7
UPIUPI Hasil penelitian menunjukkan bahwa HA yang dikarakterisasi tersebut cocok untuk sistem pengiriman obat karena sifat-sifatnya yang menguntungkan. PenelitianHasil penelitian menunjukkan bahwa HA yang dikarakterisasi tersebut cocok untuk sistem pengiriman obat karena sifat-sifatnya yang menguntungkan. Penelitian
MARANATHAMARANATHA Walaupun beberapa penelitian sebelumnya melaporkan adanya perubahan pada komposisi tubuh sesuai dengan usianya, korelasi antara lemak tubuh dan massa ototWalaupun beberapa penelitian sebelumnya melaporkan adanya perubahan pada komposisi tubuh sesuai dengan usianya, korelasi antara lemak tubuh dan massa otot
Useful /
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Unit Usaha Produktif (UUP) Catur Paramitha selama ini memproduksi kopi Arabika specialty dengan kualitas premium. UMKM ini bermitra dengan Tim ProgramUnit Usaha Produktif (UUP) Catur Paramitha selama ini memproduksi kopi Arabika specialty dengan kualitas premium. UMKM ini bermitra dengan Tim Program
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Ilmu yang dimiliki diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang ditemui di masyarakat. Masalah yang ditemui tidak selalu bersifat negatifIlmu yang dimiliki diharapkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang ditemui di masyarakat. Masalah yang ditemui tidak selalu bersifat negatif
UPIUPI Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pengajaran tentang bagaimana mata dan otak melihat warna serta aktivitas pembelajaran untuk mengenali perubahanHasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pengajaran tentang bagaimana mata dan otak melihat warna serta aktivitas pembelajaran untuk mengenali perubahan
UPIUPI Unsur dominan dalam biochar biji asam jawa adalah K2O, CaO, P2O5, SO3, dan MgO, semua dianggap sebagai makronutrien dan unsur alkali yang berpotensi meningkatkanUnsur dominan dalam biochar biji asam jawa adalah K2O, CaO, P2O5, SO3, dan MgO, semua dianggap sebagai makronutrien dan unsur alkali yang berpotensi meningkatkan