STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI

WOMB Midwifery JournalWOMB Midwifery Journal

Masalah gizi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2023, prevalensi balita gizi kurang di Jawa Tengah mencapai 5,42%, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar sebesar 3,9%. Kondisi gizi kurang pada balita dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya penanggulangan yang dilakukan adalah Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Pemberian Makanan Tambahan terhadap status gizi balita usia 6–59 bulan di Puskesmas Kebakkramat I. Penelitian menggunakan desain kuantitatif retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 1.894 balita dengan sampel sebanyak 78 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Program Pemberian Makanan Tambahan terhadap status gizi balita (p-value <0,05). Balita yang mendapatkan intervensi selama 90 hari mengalami perbaikan status gizi dibandingkan sebelum intervensi diberikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan dapat diterapkan sebagai intervensi gizi di pelayanan kesehatan masyarakat.

Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) berbasis pangan lokal menunjukkan pengaruh signifikan terhadap perbaikan status gizi balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I.Intervensi selama 90 hari mampu meningkatkan status gizi sebagian besar balita yang mengalami gizi kurang, sehingga menunjukkan bahwa PMT-P berbasis pangan lokal berpotensi menjadi strategi intervensi gizi yang efektif pada pelayanan kesehatan masyarakat tingkat primer.Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam program perbaikan gizi balita karena lebih mudah diakses masyarakat, sesuai dengan kebiasaan setempat, serta berpotensi mendukung keberlanjutan program gizi berbasis komunitas.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan studi prospektif dengan desain lebih komprehensif untuk mengevaluasi efektivitas PMT-P jangka panjang. Selain itu, penelitian bisa fokus pada pengintegrasian pendekatan berbasis komunitas untuk meningkatkan keberlanjutan program. Terakhir, penelitian juga perlu mengkaji faktor-faktor sosial ekonomi dan perilaku konsumsi makanan harian yang memengaruhi respons balita terhadap intervensi PMT-P.

Read online
File size179.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test