UGMUGM

IJCIJC

Analisis fitokimia dan aktivitas biologis ekstrak daun Hibiscus sabdariffa dilakukan menggunakan metode kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS) dan kromatografi cair-spektrometri massa (LC-MS) untuk mengisolasi dan menentukan senyawa fitokimia. GC-MS mengungkapkan keberadaan asam oleat (52,05%), asam heksadekenoat (19,78%), dan asam docosenoat (7,62%). LC-MS mengidentifikasi enam flavonoid dan empat asam fenolik. Kuantifikasi beberapa senyawa fenolik menunjukkan keberadaan quercetin-rutinoside (11,87 mg/g), neochlorogenic acid (5,64 mg/g), dan quercetin (4,75 mg/g). Kandungan fenolik total (TPC) sebesar 22,2 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan diukur melalui uji ABTS (135,7 μmol trolox/g), sedangkan aktivitas antibakteri ditunjukkan terhadap semua bakteri uji dengan diameter zona hambat 8–28 mm. Energi pengikatan quercetin, ciprofloxacin, dan levofloxacin (-5,2 hingga -5,8) menunjukkan interaksi kuat dengan subunit B DNA gyrase dan subunit ParE topoisomerase IV. Ekstrak daun H. sabdariffa memiliki potensi antioksidan dan antibakteri, serta quercetin menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap DNA gyrase dan topoisomerase.

Daun Hibiscus sabdariffa mengandung tinggi asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) seperti asam oleat (52,05%) dan asam heksadekenoat (19,78%), serta senyawa fenolik seperti quercetin-rutinoside (11,87 mg/g), neochlorogenic acid (5,64 mg/g), dan quercetin (4,75 mg/g) yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan dan antibakterinya.Ekstrak daun dapat mengurangi radikal bebas dalam uji ABTS, menjelaskan penggunaannya sebagai minuman fungsional.sabdariffa menghambat DNA gyrase dan topoisomerase dengan interaksi yang signifikan seperti ciprofloxacin dan levofloxacin.Studi lanjutan in vivo dan in vitro diperlukan untuk mengklarifikasi mekanisme aksi terhadap bakteri multiresisten.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis senyawa aktif lain dalam bagian berbeda dari tanaman H. sabdariffa untuk memperluas pemahaman tentang potensi terapeutiknya. Selain itu, studi tentang efek sinergis antara senyawa fenolik dalam ekstrak terhadap patogen manusia dapat dilakukan. Terakhir, penelitian tentang penggunaan quercetin sebagai agen antibakteri alami dengan mekanisme yang berbeda dari antibiotik konvensional bisa menjadi arah penting untuk pengembangan obat baru.

  1. Phytochemistry and Biological Activities of Hibiscus sabdariffa Leaf Extract: A Comprehensive Analysis... doi.org/10.22146/ijc.113325Phytochemistry and Biological Activities of Hibiscus sabdariffa Leaf Extract A Comprehensive Analysis doi 10 22146 ijc 113325
Read online
File size765.66 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test