STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN

JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)

Stunting adalah masalah gizi kronis yang banyak ditemukan pada anak di Indonesia. Prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 32,8%. Meski terjadi penurunan prevalensi stunting tahun 2018, namun masih belum mencapai target yang diharapkan. Stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak, termasuk kecerdasan dan kemampuan belajar. Untuk mencegah terjadinya stunting diperlukan penanganan yang komprehensif terhadap semua pihak yang terkait dengan pertumbuhan anak yaitu orang tua terutama ibu, keluarga, lingkungan serta tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, cegah dini stunting sangat penting dilakukan untuk mencegah dan mengatasi masalah ini. Salah satu cara untuk melakukan cegah dini stuntingadalah melalui pengukuran Antropometri. Pada bayi dan anak usia dini, berat badan dapat digunakan untuk melihat laju pertumbuhan fisik dan status gizi . Indeks antropometri yang umum, digunakan dalam menilai status gizi adalah berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Adapun tujuan pengabdian masyarakat dilakukan adalah untuk memberikan sosialisasi kepada Ibu anak di desa Manarap Baru terkait Pencegahan dini Stunting pada anak dengan Pemeriksaan Antropometri seperti Berat badan dan tinggi Anak sesuai usia.

Seseorang yang telah menerima pendidikan kesehatan cenderung memiliki pengetahuan yang luas dan mampu menyerap informasi melalui berbagai pengalaman, baik dari interaksi dengan orang lain maupun dari media, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahaman mereka.Pemberian ASI secara eksklusif disertai makanan pendamping (MPASI) yang sehat dimulai sejak usia 6 bulan ke atas juga dapat mencegah kejadian stunting.MPASI yang diberikan pada bayi memasuki usia 6 bulan adalah bagian dari pemenuhan gizi optimal dimasa 1.Dalam proses pengabdian kepada masyarakat sebanyak 14 responden terjadi interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat dibuktikan dengan 1 orang masyarakat dalam bertanya.Saran yang dapat kami sampaikan setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan Pemeriksaan Rutin Antropometri dan Pemberian Nutrisi di Desa Manarap Baru dapat di sebarluaskan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami menyarankan agar upaya pencegahan stunting dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Pertama, perlu ada kerjasama yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Kedua, edukasi tentang stunting dan pentingnya pemeriksaan antropometri harus disebarluaskan secara luas, terutama di daerah-daerah yang rentan terhadap stunting. Ketiga, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan metode pengukuran antropometri yang lebih akurat dan mudah diakses oleh masyarakat, serta studi tentang efektivitas intervensi nutrisi dalam mencegah stunting.

Read online
File size1.98 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test