STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN

JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI (JSIM)

Anemia pada remaja putri masih cukup tinggi, yang dapat menyebabkan beberapa masalah seperti gangguan kognitif seperti kehilangan perhatian, kecerdasan, fungsi persepsi sensori, emosi dan perilaku. Bahkan anamia dinilai dapat berdampak pada tingginya angka kematian ibu, insiden kelahiran bayi dengan berat badan rendah, kematian perinatal dan kehilangan janin. Sehingga juga berdampak pada masalah Pembangunan dan ekonomi negara. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam pencegahan anemia. Adapun metode yang diterapkan adalah penyuluhan kesehatan terkait anemia dan cara pencegahannya kepada 40 orang remaja Putri SMP Anggrek Banjarmasin. Evaluasi kegiatan yaitu dengan menganalisis perubahan Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Adapun alat evaluasi yang digunakan yaitu kuisioner. Hasil analisis hasil pre test dan post test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan remaja putri sebelumnya 75% remaja putri memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah penyuluhan kesehatan 85% remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia. Temuan ini menunjukan bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan dinilai mampu meningkatkan pengetahuan pada mayoritas Remaja Putri di SMP Anggrek Banjarmasin menjadi leboh baik tentang anemia.

Upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat dimulai pada kelompok usia remaja.Salah satunya terkait penyelesaian masalah anemia pada remaja putri.Hal ini dikarenakan anemia pada remaja putri ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti gangguan kesehatan reproduksi kedepannya.Bahkan dalam beberapa temuan kejadian anemia pada remaja putri juga berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu, insiden kelahiran bayi dengan berat badan rendah, kematian perinatal dan kehilangan janin.Bahkan stunting juga dinilai sebagai dampak dari masa remaja ibu yang dulunya mengalami anemia, sehingga juga berdampak pada masalah pembangunan dan ekonomi negara.Maka dari itu, penyuluhan kesehatan menjadi salah satu strategi dalam menyelesaikan masalah ini.Pada pengabdian masyarakat ini kegiatan penyuluhan kesehatan dinilai mampu meningkatkan tingkat pengetahuan pada mayoritas Remaja Putri di SMP Anggrek Banjarmasin.Dimana sebelumnya 75% remaja putri memiliki pengetahuan yang kurang dan setelah penyuluhan kesehatan 85% remaja putri memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia.Faktor yang mempengaruhi peningkatan pengetahuan pada Remaja Putri di SMP Anggrek Banjarmasin tentang Anemia antara lain materi, media penunjang seperti tampilan power point yang menarik dan pemateri yang menguasai materi dan memahami peserta penyuluhan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan strategi promosi kesehatan yang lebih inovatif dan menarik untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia, seperti menggunakan media sosial atau platform digital yang populer di kalangan remaja. 2. Melakukan studi longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang dari promosi kesehatan terhadap perilaku pencegahan anemia pada remaja putri, termasuk perubahan pola makan, kebiasaan hidup sehat, dan pemantauan kesehatan secara berkala. 3. Menganalisis faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri, serta mengembangkan intervensi yang sesuai dengan konteks lokal. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam upaya pencegahan anemia pada remaja putri dan meningkatkan kesehatan reproduksi mereka.

Read online
File size431.85 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test