UBTUBT

Jurnal Pengabdian Masyarakat BorneoJurnal Pengabdian Masyarakat Borneo

Mata pencaharian masyarakat sebagai petani memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas limbah pertanian yang dihasilkan. Meningkatnya volume timbulan limbah tersebut tentunya memerlukan pengelolaan. Hal inilah yang mendasari dilakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan komposter. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan transfer pengetahuan kepada masyarakat melalui pengolahan limbah pertanian dengan cara membuat pupuk kompos menggunakan komposter. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan pengembangan usaha setelah dilakukannya pelatihan dan pendampingan, dengan menerapkan metode di atas secara tetap, masyarakat bisa mengetahui cara dan tahapan untuk menggunakan komposter dengan membuat pupuk kompos dari limbah pertanian. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat melatih masyarakat dalam pembuatan komposter untuk membuat kompos dari limbah hasil pertanian sehingga masyarakat bisa melakukan pengolahan limbah pertanian dengan benar dan dapat dilakukan di mana saja dengan peralatan apa saja serta dapat berkelanjutan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Desa Balok dimana subjek dari kegiatan pelatihan ini merupakan 5 orang kelompok tani dan 10 orang karang taruna di desa tersebut. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masyarakat menunjukkan sikap antusias dan bisa memanfaatkan secara benar dan tepat dalam menggunakan komposter sebagai pengolahan sampah limbah pertanian menjadi kompos. Hal ini dibuktikan dengan tingkat pemahaman masyarakat yang serta kesediaan warga untuk mendukung terlaksananya kegiatan ini.

Kegiatan pelatihan dan penyuluhan menunjukkan bahwa masyarakat bisa memanfaatkan secara benar dan tepat dalam menggunakan komposter sebagai pengolahan limbah pertanian menjadi kompos.Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat agar masyarakat bisa mempraktekkan pembuatan komposter dimana saja dan menggunakan peralatan yang tersedia di sekitar.Selain itu menumbuhkan kepedulian masyarakat akan kelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah limbah pertanian yang produktif menghasilkan pupuk kompos yang siap dijual di pasaran dan diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Desa Balok.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas pupuk kompos yang dihasilkan dari limbah pertanian terhadap pertumbuhan tanaman secara spesifik, dengan membandingkan hasil panen menggunakan pupuk kompos dan pupuk kimia. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada diversifikasi jenis limbah pertanian yang dapat diolah menjadi kompos, serta mengidentifikasi kombinasi limbah yang menghasilkan kualitas kompos terbaik. Ketiga, pengembangan model bisnis yang berkelanjutan untuk pengelolaan limbah pertanian dan pemasaran pupuk kompos, termasuk potensi kerjasama dengan pihak swasta atau pemerintah daerah, perlu dieksplorasi lebih lanjut untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan memastikan keberlanjutan program.

  1. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI MELALUI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BIOGAS DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN... doi.org/10.24114/jpkm.v24i1.8946PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI MELALUI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI BIOGAS DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN doi 10 24114 jpkm v24i1 8946
Read online
File size1.92 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test