PHBPHB

Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery)

Bentuk pencegahan skabies menghadapi tantangan perilaku yang signifikan, dimana self‑efficacy dan pengalaman sebelumnya memainkan peran penting dalam memengaruhi kesadaran individu. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi korelasi antara pengalaman sebelumnya dan self‑efficacy dengan kesadaran tindakan pencegahan skabies di sekolah pesantren Islam. Penelitian ini menggunakan desain korelasional cross‑sectional dengan populasi 213 pengelola pesantren Islam dari delapan pesantren di Kabupaten Malang. Sebanyak 140 responden dipilih dengan teknik sampling acak proporsional untuk memastikan representasi proporsional. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Somers d dan Gamma. Hasil menunjukkan adanya korelasi signifikan antara pengalaman sebelumnya dan kesadaran tindakan (p = 0,002) dengan korelasi negatif sedang (R = –0,459), yang mengindikasikan bahwa pengalaman negatif berhubungan dengan tingkat kesadaran tindakan yang lebih rendah. Selanjutnya, ditemukan korelasi yang sangat signifikan antara self‑efficacy dan kesadaran tindakan (p = 0,000) dengan korelasi positif sangat kuat (R = 0,867), menunjukkan bahwa self‑efficacy yang lebih tinggi berhubungan dengan peningkatan kesadaran tindakan. Temuan ini menekankan pentingnya pengalaman positif dan peningkatan self‑efficacy dalam meningkatkan perilaku pencegahan skabies yang lebih baik di lingkungan pesantren Islam. Disarankan agar pengelola pesantren diberikan pelatihan dan edukasi komprehensif tentang pencegahan skabies.

Pengalaman sebelumnya dan self‑efficacy memainkan peran signifikan dalam meningkatkan kesadaran tindakan pencegahan skabies di kalangan pengelola pesantren Islam.Analisis menunjukkan bahwa pengalaman negatif berhubungan dengan rendahnya kesadaran tindakan, sedangkan self‑efficacy yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan kesadaran dan tindakan pencegahan yang lebih baik.Oleh karena itu, diperlukan pengalaman positif serta peningkatan perilaku proaktif untuk memperkuat pencegahan skabies.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program pelatihan berbasis pengalaman positif yang dirancang khusus untuk pengelola pesantren, dengan mengukur perubahan pada self‑efficacy dan perilaku pencegahan skabies secara longitudinal. Selain itu, studi eksperimen yang membandingkan pendekatan edukasi digital versus tatap muka dalam meningkatkan self‑efficacy di antara santri dapat memberikan wawasan mengenai metode paling efisien untuk memperluas pengetahuan dan praktik kebersihan. Terakhir, penelitian kualitatif yang mengeksplorasi faktor budaya dan religius yang memengaruhi adopsi perilaku pencegahan skabies di lingkungan pesantren dapat membantu mengembangkan intervensi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.31004/jerkin.v2i3.238One moment please one moment please wait request verified doi 10 31004 jerkin v2i3 238
  2. Failure of scabies treatment: a systematic review and meta-analysis | British Journal of Dermatology... academic.oup.com/bjd/article/190/2/163/7251446Failure of scabies treatment a systematic review andAmeta analysis British Journal of Dermatology academic oup bjd article 190 2 163 7251446
  3. Socio-psychological determinants of scabies contact notification among Dutch students: A qualitative... journals.plos.org/plosntds/article?id=10.1371/journal.pntd.0013471Socio psychological determinants of scabies contact notification among Dutch students A qualitative journals plos plosntds article id 10 1371 journal pntd 0013471
  4. Relationship between Perception of Individual Susceptibility and Barriers to Treatment Action in Scabies... e-journal.unair.ac.id/JBE/article/view/19284Relationship between Perception of Individual Susceptibility and Barriers to Treatment Action in Scabies e journal unair ac JBE article view 19284
Read online
File size442.96 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test