STITMUBASTITMUBA

Jurnal Ilmiah dan PenelitianJurnal Ilmiah dan Penelitian

Produktivitas padi sawah di lahan tadah hujan masih tergolong rendah dibandingkan lahan irigasi teknis, salah satunya disebabkan oleh rendahnya kandungan bahan organik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk organik dalam meningkatkan produktivitas padi sawah di lahan tadah hujan. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan selama musim tanam Oktober 2024 hingga Februari 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dosis pupuk organik yaitu 0 ton/ha (kontrol), 2,5 ton/ha, 5 ton/ha, 7,5 ton/ha, dan 10 ton/ha, masing-masing diulang 4 kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot 1000 butir, dan hasil gabah kering giling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dengan dosis 7,5 ton/ha memberikan hasil terbaik dengan produktivitas gabah kering giling mencapai 5,42 ton/ha, meningkat 43,8% dibanding kontrol. Dosis tersebut juga meningkatkan jumlah anakan produktif hingga 18,6 batang per rumpun dan jumlah gabah per malai mencapai 156,3 butir. Pemberian pupuk organik secara signifikan meningkatkan kandungan C-organik tanah dari 1,32% menjadi 2,18%, kapasitas tukar kation dari 14,5 me/100g menjadi 19,7 me/100g, serta memperbaiki struktur dan daya pegang air tanah. Penggunaan pupuk organik dosis 7,5 ton/ha direkomendasikan sebagai dosis optimal untuk meningkatkan produktivitas padi sawah di lahan tadah hujan wilayah Bangkalan.

Pupuk organik secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas padi sawah di lahan tadah hujan, dengan dosis optimal 7,5 ton/ha menghasilkan peningkatan produktivitas gabah kering giling hingga 5,42 ton/ha (43,8% lebih tinggi) serta peningkatan komponen hasil lainnya.Dosis 7,5 ton/ha juga secara signifikan memperbaiki sifat kimia tanah, meningkatkan C-organik, N-total, P-tersedia, kapasitas tukar kation, dan pH tanah.Perbaikan sifat kimia tanah memberikan dampak jangka panjang pada kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik pada musim tanam berikutnya.

Penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi bagaimana dosis pupuk organik mempengaruhi sifat fisik tanah dalam jangka panjang, khususnya porositas, bulk density, dan kemampuan menahan air, sehingga dapat menilai kestabilan struktur tanah pada beberapa musim tanam. Selanjutnya, penting untuk mengevaluasi efek residu pupuk organik terhadap pertumbuhan padi pada musim tanam berikutnya, termasuk potensi akumulasi nutrisi dan perubahan mikrobiologi tanah, guna memahami manfaat berkelanjutan aplikasi organik. Terakhir, sebuah studi komparatif antara berbagai jenis pupuk organik seperti kompos, bokashi, dan pupuk kandang dapat dianalisis secara ekonomis dan agronomi untuk menentukan kombinasi yang paling efisien dan mudah diakses oleh petani di daerah tadah hujan.

Read online
File size380.88 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test