STIP FARMINGSTIP FARMING

AGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu PertanianAGROMEDIA: Berkala Ilmiah Ilmu-ilmu Pertanian

Umbi porang merupakan sejenis umbi yang termasuk sebagai komoditi ekspor Indonesia. Komoditi porang mengalami kenaikan jumlah produksi tahunan di Indonesia serta adanya lonjakan jumlah ekspor porang pada tahun 2020 sebesar 9.340 ton dibanding tahun 2019. Hal tersebut menjadi alasan utama perlunya untuk mengetahui daya saing kompetitif porang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis daya saing porang Indonesia dipasar internasional. Manfaat penelitian ini dapat memberikan edukasi terhadap masyarakat khususnya pelaku usahatani bahwa usahatani porang memiliki potensi ekspor yang cukup menjanjikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023 – Mei 2023. Jenis dan metode penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan analisis data sekunder yang bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah survey dengan menggali fakta-fakta secara eksploratif. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersumber dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia dan International Trade Center. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan Model Berlian Porter untuk menghubungkan determinan yang saling terkait dan dengan Export Product Dynamic (EPD) untuk menganalisis posisi daya saing ekspor porang pada pasar luar negeri yang ditinjau dari total produk ekspor dalam negeri. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa atribut kondisi faktor, Industri terkait dan pemerintah mendorong daya saing kompeititf porang, sedangkan atribut permintaan, struktur, persaingan dan kesempatan tidak mampu mendorong daya saing porang. Perhitungan posisi pasar ekspor porang ke negera Tiongkok, Vietnam, Thailand, Laos dan Taiwan berbeda posisi pasar dan kondisi kekautan bisnisnya.

Produksi porang yang ditawarkan oleh petani lokal lebih banyak didistribusikan ke pasar internasional, hal tersebut karena permintaan luar negeri lebih tinggi dibanding dengan permintaan dalam negeri.Komoditi porang dianalisis dengan metode Berlian Porter dapat disimpulkan bahwa tidak semua atribut dalam Berlian Porter memiliki daya saing pada ekspor porang.Atribut yang mendukung terciptanya daya saing antara lain, sumber daya alam, permintaan luar negeri, industri terkait dan peran pemerintah.Atribut yang tidak mendukung terwujudnya daya saing bagi ekspor porang antara lain, sumber daya manusia, strategi, struktur, hambatan dan kesempatan.Posisi pasar ekspor porang ke negera tujuan periode 2018 – 2022 selalu berubah-ubah.Negara Tiongkok menjadi tujuan ekspor porang terbaik karena mengalami posisi pasar pada konidisi rising star sebanyak 3 kali dan tidak pernah berada pada posisi retreat.Negara Laos dan Taiwan menjadi negara tujuan yang cenderung tidak berdaya saing, karena laos hanya sekali berada posisi rising star (2018) sedangkan Taiwan tidak pernah berada pada posisi rising star hanya sampai kondisi falling star.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan kebijakan pemerintah yang lebih spesifik untuk meningkatkan daya saing porang, seperti insentif bagi petani atau perusahaan ekspor. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang potensi pasar baru yang belum tergarap, terutama di kawasan Asia Tenggara atau Afrika, untuk mengurangi ketergantungan pada negara-negara utama seperti Tiongkok. Terakhir, penelitian tentang inovasi teknologi pengolahan porang yang lebih efisien dan bernilai tambah tinggi dapat menjadi arah studi untuk meningkatkan daya tarik komoditi ini di pasar internasional.

Read online
File size177.64 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test