UMSIUMSI

Tarjih : Agribusiness Development JournalTarjih : Agribusiness Development Journal

Studi ini bertujuan untuk menentukan jumlah biaya produksi dan pendapatan serta risiko biaya dan pendapatan dalam pertanian cengkeh. Penelitian dilakukan di Desa Balassuka, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa selama 2 bulan, yaitu September - Oktober 2024. Metode penelitian menggunakan sampling purposif dengan mengambil 30 petani cengkeh di Desa Balassuka. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis biaya produksi, analisis pendapatan, analisis income, dan analisis koefisien variasi (CV). Hasil menunjukkan bahwa biaya produksi yang telah dikeluarkan oleh petani cengkeh selama satu musim panen mencapai Rp.209.993.332 dengan rata-rata biaya produksi Rp.6.999.778, sedangkan pendapatan yang diperoleh petani cengkeh mencapai Rp.835.806.668/tahun dengan rata-rata pendapatan Rp.27.860.222. Risiko yang dihadapi petani dalam pertanian cengkeh adalah risiko biaya dan risiko pendapatan. Koefisien variasi (CV) risiko biaya diperoleh sebesar 0,08 (0,08 < 1) sedangkan Koefisien variasi (CV) risiko pendapatan sebesar 0,05 (0,05 < 1). Hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa risiko biaya dan pendapatan dalam pertanian cengkeh yang dibebankan kepada petani relatif rendah.

Risiko yang dihadapi petani dalam pertanian cengkeh di Desa Balassuka meliputi risiko biaya dan risiko pendapatan.Koefisien variasi (CV) risiko biaya sebesar 0,08 (0,08 < 1) sedangkan Koefisien variasi (CV) risiko pendapatan sebesar 0,05 (0,05 < 1).Kedua nilai tersebut jauh di bawah 1, sehingga dapat disimpulkan bahwa risiko biaya dan pendapatan yang dihadapi petani relatif rendah.Nilai CV sebesar 0,08 menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh petani relatif stabil dan tidak menunjukkan fluktuasi signifikan selama periode usaha.Demikian pula, nilai CV sebesar 0,05 pada pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan petani dari pertanian cengkeh juga relatif konsisten dan dapat diprediksi, dengan sangat sedikit ketidakpastian.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pertanian cengkeh di Desa Balassuka memiliki tingkat risiko biaya dan pendapatan yang rendah.Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pertanian tersebut cukup stabil dan memberikan prospek ekonomi yang menjanjikan bagi petani, terutama dalam hal stabilitas finansial.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak perubahan iklim terhadap volatilitas harga cengkeh dan strategi adaptasi petani. Selain itu, studi tentang diversifikasi usaha pertanian cengkeh dengan mengintegrasikan komoditas lain seperti tanaman obat atau buah-buahan bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, penelitian tentang pengembangan sistem informasi pasar berbasis digital untuk meningkatkan akses petani ke informasi harga dan permintaan pasar juga layak dikaji, karena ini dapat mengurangi ketidakpastian ekonomi yang dihadapi petani.

Read online
File size312.42 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test