UNIKSUNIKS

JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA)

Pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian menghadapi masalah kesuburan tanah yang rendah. Kesuburan tanah yang rendah menyebabkan nitrogen mudah terleaching. Salah satu solusi untuk mengatasi leaching nitrogen dan meningkatkan efisiensi pupuk adalah penggunaan dolomit dan pupuk slow decompose. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh dolomit terhadap unsur nitrogen yang terleaching pada beberapa jenis NPK slow decompose yang diaplikasikan untuk budidaya jagung di lahan gambut dan menentukan dosis dolomit dan jenis NPK slow decompose terbaik dengan leaching nitrogen minimum untuk pertumbuhan tanaman jagung manis yang optimal di lahan gambut. Penelitian ini dilakukan dari Agustus hingga Oktober 2018 di Kebun Percobaan dan Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Riau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dolomit 23,55 g per tabung dan NPK slow decomposed dapat mengurangi leaching nitrogen, meningkatkan fisiologi dan pertumbuhan tanaman jagung manis. Pemberian interaksi antara dolomit 5 ton.ha-1 dengan NPK slow decomposition (30,25 N, 3,72 P, 12,56 g per tabung) menghasilkan interaksi terbaik yang dapat mengurangi proporsi leaching nitrogen dan memengaruhi peningkatan pertumbuhan tanaman.

ha-1 dapat mengurangi proporsi leaching nitrogen, meningkatkan fisiologi dan pertumbuhan tanaman jagung manis seperti tinggi tanaman, daun, volume akar, berat kering tanaman dan laju pertumbuhan tanaman dibandingkan tanpa dolomit.Pemberian NPK slow decompose dapat mengurangi proporsi nitrogen yang terlarut, meningkatkan fisiologi seperti kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman seperti berat kering tanaman dibandingkan tanpa NPK slow decompose.ha-1 dolomit dan NPK slow decompose menghasilkan respons yang berbeda yang mampu menekan proporsi leaching nitrogen, sehingga memengaruhi peningkatan pertumbuhan tanaman.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh berbagai jenis bahan organik terhadap kemampuan menahan nitrogen di lahan gambut, dengan fokus pada interaksi antara bahan organik dan mikroorganisme tanah. Hal ini penting untuk memahami mekanisme penyerapan dan retensi nitrogen secara lebih mendalam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi pupuk slow release yang lebih adaptif terhadap kondisi gambut, dengan mempertimbangkan faktor kelembaban dan pH tanah yang unik. Pengembangan pupuk yang responsif terhadap kondisi lingkungan dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan mengurangi risiko leaching. Ketiga, penelitian perlu mengkaji dampak jangka panjang dari aplikasi dolomit dan pupuk slow release terhadap kualitas air tanah dan emisi gas rumah kaca dari lahan gambut. Evaluasi komprehensif terhadap dampak lingkungan akan memberikan informasi penting untuk pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.

Read online
File size395.25 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test