UNTAG SMDUNTAG SMD
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananAgrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan KehutananBusuk buah rhizoctonia adalah salah satu penyakit pada tomat yang terjadi karena adanya serangan dari cendawan Rhizoctonia solani Kühn yang menyebabkan penurunan hasil buah tomat yang cukup signifikan dan mempengaruhi tinggi permintaan pasar, sehingga membutuhkan upaya pengendalian jamur yang dapat mengimbangi angka serangan penyakit. Secara teknis petani saat ini menggunakan pestisida sintetik untuk pengendalian penyakit pada tanaman budidaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jamur penyebab penyakit, mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit terhadap jamur, serta menganalisis kombinasi terbaik ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit dengan konsentrasi 5% untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit busuk buah Rhizoctonia pada tanaman tomat. Penelitian ini menunjukan pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memberikan aktivitas penghambatan pada pertumbuhan koloni jamur. Pemberian perlakuan kombinasi ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memiliki efektifitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur uji dengan konsentrasi 5% ditunjukkan pada daya hambat sebesar 53,56%.
Karakteristik morfologi patogen penyebab penyakit busuk buah pada tomat secara makroskopis berbentuk bulat dengan tepian rata, berwarna putih saat muda dan menjadi kuning kecoklatan saat tua, tekstur koloni halus seperti kapas, sedangkan secara mikroskopis tidak memiliki spora, hifa transparan dengan percabangan membentuk sudut 90°, terdapat sekat, serta diameter hifa 6-8 μm, yang mengidentifikasi jamur tersebut sebagai Rhizoctonia solani Kühn.Pemberian ekstrak daun salam secara tunggal tidak cukup efektif dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur, sedangkan ekstrak lengkuas dan kunyit memberikan pengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan R.Kombinasi ekstrak daun salam, lengkuas, dan kunyit dengan konsentrasi 5% merupakan perlakuan terbaik yang memberikan daya hambat tertinggi sebesar 53,56% terhadap pertumbuhan koloni jamur R.
Pertama, perlu diteliti efektivitas kombinasi ekstrak daun salam, lengkuas, dan kunyit pada konsentrasi yang bervariasi di bawah dan di atas 5% untuk mengetahui dosis optimal yang dapat memberikan daya hambat maksimal terhadap Rhizoctonia solani secara in vitro. Kedua, penting untuk menguji aplikasi ekstrak tersebut secara in vivo pada tanaman tomat hidup guna mengevaluasi efektivitasnya dalam kondisi lapangan, termasuk pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, hasil panen, dan interaksi dengan mikroorganisme tanah. Ketiga, perlu dilakukan analisis lebih mendalam terhadap senyawa aktif dalam ketiga ekstrak tersebut—seperti kurkuminoid, flavonoid, dan minyak atsiri—untuk memahami mekanisme sinergi yang terjadi saat dikombinasikan, serta bagaimana kombinasi itu mengganggu struktur sel dan metabolisme jamur, sehingga dapat dikembangkan formulasi pestisida nabati yang lebih efisien dan spesifik.
- Vol 23, No 1 (2024). vol doi https agrifor v23i1 isi table contents articles semut hymenoptera formicidae... doi.org/10.31293/agrifor.v23i1Vol 23 No 1 2024 vol doi https agrifor v23i1 isi table contents articles semut hymenoptera formicidae doi 10 31293 agrifor v23i1
- Vol 21, No 1 (2022). https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis... ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG/issue/view/312Vol 21 No 1 2022 https agrifor v21i1 table contents articles pemanenan hutan sifat kandungan biologis ejurnal untag smd ac index php AG issue view 312
- EFEKTIVITAS BIOPESTISIDA BACILLUS SUBTILIS BNt 8 DAN PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT HAWAR... doi.org/10.23960/j.hptt.11753-61EFEKTIVITAS BIOPESTISIDA BACILLUS SUBTILIS BNt 8 DAN PESTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT HAWAR doi 10 23960 j hptt 11753 61
- UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN SALAM, LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP BUSUK BUAH RHIZOCTONIA... doi.org/10.31293/agrifor.v23i1.6974UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN SALAM LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP BUSUK BUAH RHIZOCTONIA doi 10 31293 agrifor v23i1 6974
| File size | 414.11 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
STIFARSTIFAR Persentase rata-rata penurunan jumlah koloni mikroorganisme pada handrub daun sirih rebus (Piper betle Linn) adalah 39,46%, sedangkan pada handrub alkoholPersentase rata-rata penurunan jumlah koloni mikroorganisme pada handrub daun sirih rebus (Piper betle Linn) adalah 39,46%, sedangkan pada handrub alkohol
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L. ) memiliki efektivitas sebagaiBerdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L. ) memiliki efektivitas sebagai
UNUGHAUNUGHA Penggunaan bahan berbasis tanaman yang dikenal sebagai insektisida nabati menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan tidak beracun bagi konsumen. TujuanPenggunaan bahan berbasis tanaman yang dikenal sebagai insektisida nabati menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan tidak beracun bagi konsumen. Tujuan
LEMHANNASLEMHANNAS Pembangunan metropolitan baru, Nusamba Bojaserakarta, sebagai zona penyangga pendukung, menawarkan potensi pertumbuhan lebih lanjut. Ada juga peluang untukPembangunan metropolitan baru, Nusamba Bojaserakarta, sebagai zona penyangga pendukung, menawarkan potensi pertumbuhan lebih lanjut. Ada juga peluang untuk
UNUKALTIMUNUKALTIM Sampel dalam penelitian ini berjumlah 120 butir telur bebek yang dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu tanpa perendaman larutan daun sirih (AB1) dan denganSampel dalam penelitian ini berjumlah 120 butir telur bebek yang dibagi menjadi 4 perlakuan yaitu tanpa perendaman larutan daun sirih (AB1) dan dengan
POLITANI KOEPOLITANI KOE margaritifera) di perairan Desa Tanah Merah dan untuk mengetahui tingkat hubungan korelasi kerang mutiara (P. margaritifera) di perairan Desa Tanah Merah.margaritifera) di perairan Desa Tanah Merah dan untuk mengetahui tingkat hubungan korelasi kerang mutiara (P. margaritifera) di perairan Desa Tanah Merah.
JQWHJQWH Metodologi: Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan quasi eksperimental non equivalent control group. Sampel adalah ibu nifas, dengan objek penelitianMetodologi: Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan quasi eksperimental non equivalent control group. Sampel adalah ibu nifas, dengan objek penelitian
JQWHJQWH Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalami penurunan skor nyeri dari 31 responden, sedangkanHasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (ASIH) terdapat 19 orang (61,3 %) mengalami penurunan skor nyeri dari 31 responden, sedangkan
Useful /
UPN VeteranUPN Veteran Parameter yang diteliti termasuk waktu kontak (30-150 menit) dan konsentrasi awal pewarna CR pada dosis adsorben 0,06 gram dalam 100 mililiter dan pH 4.Parameter yang diteliti termasuk waktu kontak (30-150 menit) dan konsentrasi awal pewarna CR pada dosis adsorben 0,06 gram dalam 100 mililiter dan pH 4.
LEMHANNASLEMHANNAS Such disparities especially impact remote areas, exacerbating information inequality. To counter these issues, a coordinated policy approach, equitableSuch disparities especially impact remote areas, exacerbating information inequality. To counter these issues, a coordinated policy approach, equitable
UMMAUMMA Data dianalisis menggunakan uji t independen; hasil menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar biologi siswa kelas eksperimen sebesar 90,15 lebih tinggiData dianalisis menggunakan uji t independen; hasil menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar biologi siswa kelas eksperimen sebesar 90,15 lebih tinggi
UMMAUMMA Variabel independen yaitu ekstrak bawang merah, sedangkan variabel dependen yaitu setek daun Sansevieria trifasciata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkanVariabel independen yaitu ekstrak bawang merah, sedangkan variabel dependen yaitu setek daun Sansevieria trifasciata. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan