UNTAG BANYUWANGIUNTAG BANYUWANGI

Journal of Agricultural SustainabilityJournal of Agricultural Sustainability

Terung (Solanum melongena L) merupakan salah satu komoditas sayuran buah penting yang memiliki banyak varietas dengan bentuk dan warna khas. Terung memiliki nilai gizi yang tinggi, terutama kandungan vitamin A dan fosfor, sehingga berpotensi menjadi sumber keanekaragaman gizi bagi masyarakat. Selain itu, kandungan seratnya yang tinggi bermanfaat untuk kesehatan. Produksi terung di Indonesia pada 2021 mencapai 676.339 ton dan meningkat menjadi 704.223 ton pada 2022; namun, produksi tersebut masih belum mampu memenuhi konsumsi rata-rata masyarakat sebesar 2,88 kg/kapita/tahun. Faktor utama yang menghambat produktivitas terung antara lain kesuburan tanah yang rendah, pengelolaan budidaya yang kurang optimal, serta serangan patogen virus mosaik kuning yang dapat menyebabkan kerusakan hingga 70–100%. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh bakteri Pseudomonas fluorescens yang diaplikasikan melalui media kompos kambing, yang dikenal mampu meningkatkan kesuburan tanah dan membantu tanaman meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Metode menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis media tanam dan konsentrasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan media kompos kambing memberi pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman sejak awal, sementara efek bakteri mulai signifikan pada hari ke-81 setelah tanam, terutama meningkatkan jumlah buah dan ketahanan terhadap penyakit. Temuan ini mendukung penggunaan bakteri Pseudomonas fluorescens sebagai teknologi alternatif untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan tanaman terung secara ramah lingkungan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan kompos kambing pada media tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman terung.Aplikasi Pseudomonas fluorescens pada media tanam juga berpengaruh nyata terhadap produktivitas tanaman terung, yang tercermin dari peningkatan jumlah buah, bobot buah, dan panjang buah.Kombinasi perlakuan kompos kambing dan Pseudomonas fluorescens terbukti meningkatkan daya tahan tanaman terung terhadap serangan penyakit mosaik kuning serta memperbaiki kondisi hara tanah (N, P, dan K).

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas kombinasi kompos kambing dan Pseudomonas fluorescens pada varietas terung yang berbeda, untuk mengetahui apakah respons tanaman bervariasi. Selain itu, studi mendalam mengenai mekanisme interaksi antara bakteri Pseudomonas fluorescens dengan kompos kambing dalam meningkatkan ketersediaan hara dan ketahanan tanaman terhadap penyakit perlu dilakukan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada optimasi dosis dan frekuensi aplikasi Pseudomonas fluorescens untuk mencapai efisiensi biaya dan manfaat yang maksimal, serta mengkaji potensi penggunaan bakteri ini dalam sistem pertanian organik untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia.

  1. Efektivitas Kompos Kambing sebagai Media Tanam dengan Pengaplikasian Bakteri Pseudomonas Fluorescens... doi.org/10.62734/joas.v1i2.719Efektivitas Kompos Kambing sebagai Media Tanam dengan Pengaplikasian Bakteri Pseudomonas Fluorescens doi 10 62734 joas v1i2 719
Read online
File size342 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test